Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Aktivitas Klub Sinau
Cerita Field Trip Ke Taman Nasional Baluran PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Tuesday, 13 November 2012 16:20

Tanggal 11 November 2012 keluarga home education Klub Sinau melakukan penjelajahan field trip ke Taman Nasional Baluran. Ada 3 rombongan yang berangkat. Rombongan dari Kediri dan Surabaya, berangkat Sabtu pagi, menginap di area Taman Nasional Baluran. Sedangkan rombongan dari Sidoarjo berangkat Sabtu malam, menginap di perjalanan. Canggihnya, tak satu pun dari kami ini pernah mengunjungi Taman Nasional Baluran. Kami semua sama-sama berbekal GPS untuk menuju ke sana, dan, tak satu pun dari kami yang tersesat! Hebat ya...!

Total rombongan kami berjumlah 16 orang. Rombongan saya sendiri sampai di Batangan (pintu gerbang Taman Nasional Baluran) pukul 03:30 WIB, lalu kami langsung diijinkan masuk ke Bekol, sekitar 12 km dari Batangan, namun karena jalan rusak, maka waktu tempuhnya lumayan lama, sekitar 1 jam. Kami berjumpa dengan rombongan dari Surabaya yang memang menginap di Bekol. Ketika kaki ini menginjak tanah Bekol, nuansa yang sangat alami langsung menerpa saya. Yang saya lihat adalah kemegahan gunung Baluran, dengan hutan tropis di seluruh permukaannya, dan savana yang membentang luas di hadapan kami. Tak ada listrik dan tak ada sinyal telepon/internet apapun di sana. Sebuah gubug penuh dengan tengkorak banteng, kerbau, kambing dan rusa menjadi center point di savana Bekol ini.

Last Updated on Tuesday, 13 November 2012 16:33
Read more...
 
Dari Bincang Edukasi Meet Up #4 PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Saturday, 21 January 2012 21:31

Dari Sidoarjo saya berangkat jam 11.30 WIB, menuju gedung CCCL/IFI Surabaya dengan bemo, untuk menghadiri Bincang Edukasi Meet Up #4, sebagai pembicara di bidang homeschooling. Jam 12.30 saya lihat jam, wah sepertinya bakal telat sampai di tempat, karena jam segini saya masih di Waru, yang notabene masih wilayah Sidoarjo. Macet parah di daerah Gedangan. Belum lagi kalau bemo yang berikutnya harus ngetem lama di terminal Joyoboyo, wah pasti telat berat!

Benar. Jam 13.05 saya sampai di CCCL/IFI, tapi ternyata acara belum dimulai. Jam 13.30 acara baru dimulai. Saya ditaruh paling awal, soalnya pembicara yang pertama, Pak Sugeng dari Gerakan Tunas Hijau ternyata datang terlambat.

Seperti biasa, saya awali dengan apa yang landasan atau dasar dipilihnya home education oleh keluarga. Saya sampaikan bahwa saya lebih suka memakai istilah home education daripada homeschooling karena kalau “homeschooling” lebih terasa proses “school” daripada proses edukasi, dan proses edukasi itu lebih bersifat keseluruhan aspek hidup daripada hanya “school”.

Setelah rentetan presentasi saya selesai, hanya 8 menit, dilanjutkan oleh pak Sugeng. Pak Sugeng membahas tentang pendidikan lingkungan hidup yang dia jalankan di sekolah-sekolah maupun di kampung-kampung untuk membuat anak lebih sadar terhadap kelestarian lingkungannya. Presentasinya menawarkan program-program yang menarik untuk aktivitas anak-anak dalam belajar tentang lingkungan.

Selanjutnya adalah presentasi dari Rudy Cahyo, tentang Indonesia Bercerita. Pak Rudy memaparkan latar belakang pentingnya bercerita, dan pengaruh dongeng pada budaya masyarakat setempat. Saya senang mendengar presentasi pak Rudy karena ternyata telah membenarkan proses belajar home-ed kami selama ini. Salah satu proses belajar kami adalah dengan membaca atau mempelajari sesuatu, lalu menceritakan apa yang dibaca atau dipelajari itu secara lisan. Kenapa saya melakukan hal ini? Karena :

  1. Saya bisa mengamati pemahaman anak melalui cerita yang dia sampaikan.

  2. Anak belajar mengungkapkan pikiran secara lisan, ini membuatnya makin cerdas dalam komunikasi lisan.

  3. Melalui cerita anak pula saya mendapat feedback tentang cara saya mendidiknya, apakah anak sudah cukup paham dengan cara penyampaian saya, atau belum. Apakah cara saya menyampaikan informasi sudah mengena bagi cara anak mencerna informasi, dst.

  4. Saya juga seringkali membuat sendiri cerita-cerita untuk anak saya, terutama jika ada suatu nilai moral yang ingin saya tunjukkan pada anak. Mempelajari moralitas melalui cerita adalah cara yang sangat efektif.

Terakhir adalah pak Daniel M Rosyid yang memaparkan tentang gerakan pembinaan sukarelawan bunda PAUD. Gerakan ini adalah gerakan non profit yang bertujuan membangun kader-kader PAUD. Karena pada anak-anak PAUD dapat diletakkan suatu dasar karakter pembelajar yang baik.

Selanjutnya adalah sesi tanya-jawab. Lalu disusul sesi mengungkapkan kesan/saran tentang 4 pemaparan tadi dari semua yang hadir. Selanjutnya yang paling seru adalah sesi menyampaikan proyek tindak lanjut dari Bincang Edukasi Meet Up #4 ini, supaya ide-ide dari pemapar tidak menguap begitu saja tanpa kelanjutan yang positif. Setelah mengumpulkan ide proyek, lalu dilakukan voting. Dari sekian ide terpilih 1 ide : unit study bertema lingkungan hidup dengan penilaian dengan cara bercerita. Ide yang sangat menarik dan saya mendukung 100%. Ide ini dipimpin oleh ibu homeschooling, Adelien, sebagai Pimpro I, dan sebagai Pimpro II adalah pak Daniel M Rosyid. Semoga proyek ini mendatangkan banyak manfaat.

Intisari dari Bincang Edukasi Meet Up #4 ini adalah : inisiatif pendidikan yang terbaik biasanya berasal dari masyarakat, bukan pemerintah. Kemandirian dan kerja sama masyarakat harus ditingkatkan demi pendidikan anak yang menyeluruh dalam segala aspek. Dan kita harus berani bermimpi dan mewartakan mimpi itu untuk bersama-sama diwujudkan. Ke-4 pemapar dengan bidangnya masing-masing ini diharapkan oleh audience untuk bekerja sama mewujudkan suatu kondisi pendidikan anak yang lebih baik, karena ke-4 materi ini memiliki program yang sangat positif.

Klub Sinau sangat mendukung Bincang Edukasi Meet Up ini dan ke depannya berharap bisa aktif mengikuti setiap meet up-nya, sambil merangkai kerja sama dengan berbagai teman yang memiliki visi-misi dan semangat pendidikan yang sama : gerakan mandiri untuk pendidikan yang lebih baik!

Last Updated on Saturday, 21 January 2012 21:51
 
Reportase Jalan Sehat Keluarga Homeschooling Serentak Seluruh Indonesia PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 11 July 2011 07:08

Kemarin keluarga homeschooling se-Indonesia sepakat untuk mengadakan jalan sehat bersamaan. Acara sederhana yang diawali oleh semangat kebersamaan. Pada acara ini Klub Sinau ingin membagi semangat pendidikan mandiri oleh keluarga, jadi kami memutuskan membuat buletin dan pin untuk disebarkan pada masyarakat umum di Taman Bungkul ini.

Jalan sehat ini setuju untuk dilakukan oleh keluarga homeschooling di seluruh Indonesia. Yang saya ketahui berpartisipasi adalah keluarga di Jakarta, Kediri, Malang, dan keluarga Klub Sinau.

Kami awali acara dengan jalan mengelilingi Taman Bungkul sambil membagi pin dan brosur. Pada saat membagi pin & brosur ini ada banyak yang minta pada kami mungkin karena tertarik dengan pin yang menempel di brosur itu. Selanjutnya ketika melewati area playground anak-anak, anak-anak tak kuasa menahan diri untuk tidak berhenti. Apalagi dekat situ ada kolam dengan pancuran air yang luar biasa memang tampak menyenangkan bagi anak-anak dan menggoda anak untuk main air di sana. Jadilah kami berhenti untuk memberi kesempatan bagi anak-anak menyegarkan diri menghilangkan keringat akibat jalan sehat dengan semangat. Anak-anak main air, bapak-ibunya makan kue, melepas lelah sambil ngobrol dan bergurau, dan seperti biasa berbagi keseharian homeschooling.

Tak terasa waktu sudah pukul 08.30, kami berpamitan. Kue habis, pin & brosur habis, anak-anak segar. Suasana Taman Bungkul hari itu sungguh sangat menyenangkan.

Last Updated on Tuesday, 18 October 2011 17:52
 
Reportase Field Trip Monumen Kapal Selam PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Sunday, 03 July 2011 19:44

Jalesveva Jayamahe! Di laut kita jaya. Itulah semboyan yang dianut bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari, dengan area laut yang sangat luas. Hari Minggu 3 Juli 2011 Klub Sinau Kids berusaha menyerap pesan tersebut melalui field trip ke Monumen Kapal Selam. Selain itu, Klub Sinau Kids dan orang tuanya juga belajar tentang bagian-bagian kapal selam. Field trip ini sangat menarik dan menyenangkan, banyak yang bisa dipelajari, baik melalui jelajah kapal selamnya maupun film dokumenter tentang aktivitas TNI AL dan sejarah pembuatan Monkasel sendiri. Semoga semangat Jalesveva Jayamahe berada dalam diri Klub Sinau Kids.

Mendengar penjelasan guide

Mencoba berbagai tombol

Kehausan setelah mempelajari bagian dalam kapal selam

Istirahat sambil menunggu waktu pemutaran film

Menonton film Jalesveva Jayamahe

Senang bisa berkumpul begini

Last Updated on Tuesday, 18 October 2011 17:53
 
Dari Acara Menjadi Little Farmer dan Little Chef PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Sunday, 05 June 2011 20:02

Asyiiikk... ceria... rame... heboh... itulah dunia tanpa sekolahnya Klub Sinau Kids. Hari ini kami kumpul di rumah Adnan. Untuk membuka acara kami kenalan satu sama lain, karena ternyata banyak yang belum kenalan. Ada keluarga mbak Lyly, keluarga mbak Prima, keluarga mbak Endang, keluarga mbak Dian, keluarga mbak Dian Kristiani, keluarga mbak Erika, keluarga mbak Rohani, keluarga mbak Sisca, keluarga mbak Dina, keluarga mbak Sisca, serta keluarga mbak Ameilia sendiri sebagai tuan rumah.

Lalu acara kami lanjutkan dengan menghias es krim dan memakannya bersama-sama, serta makan snack. Ah lumayan... udara panasnya Sidoarjo sedikit tersingkir oleh dinginnya es krim. Setelah itu kami mulai belajar menanam. Wah.. eyangnya Adnan benar-benar menurunkan ilmu menanamnya pada Klub Sinau Kids. Dan.. Klub Sinau Kids ternyata antusias menanam tanaman mereka. Kami diberi bibit markisa, kamboja, dan pandan. Bebas mau pilih bibit yang mana. Selain itu, Klub Sinau Kids juga diajarkan tentang 2 macam media tanam, yang satunya dari kulit padi yang disangrai hingga gosong, yang satunya dari ranting-ranting kecil, ini fungsinya adalah memberi makan benih dan mempermudah benih untuk bernafas dan bertumbuh. Oiya, Klub Sinau Kids juga membawa bekas bungkus minyak goreng/deterjen/obat pel loh... ini supaya Klub Sinau Kids tahu tentang zero waste, yaitu barang plastik yang biasanya dibuang ternyata masih bisa dipakai lagi.

Setelah kami mencuci tangan yang kotor terkena media tanam, kami makan siang. Wah.. eyangnya Adnan benar-benar ngasi kami surprise dengan nasi uduk yang lezat dan bikin rasa lapar kami musnah. Enak lo nasi uduknya. Terima kasih untuk keluarga mbak Ameilia yang mau direpotkan oleh kedatangan Klub Sinau Kids yang tentunya bikin kacau dan kotor rumahnya. Kami pulang dengan rasa senang dan ceria karena selesai melakukan kegiatan bersama Klub Sinau Kids yang hebat-hebat.

Untuk lihat foto-fotonya klik tombol Read More

 

Last Updated on Tuesday, 18 October 2011 18:08
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Page 3 of 5

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Tulisan Terkait

Yang sedang online

We have 19 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:

 


The Root of Learning

Award :