







| Ketika Tiba Waktunya Belajar Tanggung Jawab Dan Komitmen |
|
|
|
| Written by Maria Magdalena |
| Tuesday, 06 March 2012 06:35 |
|
Meskipun saya menganut paham Moore tentang better late than early, penghargaan pada kesiapan belajar anak, dan pendapat-pendapat yang lain, namun saya tetap mengajarkan karakter-karakter dan sikap-sikap yang baik. Karakter yang mendukung perkembangan kedewasaan berpikir anak, supaya anak mampu menyesuaikan diri dengan bahagia di lingkungan hidupnya. Dan ini juga ditekankan oleh Moore, bahwa walaupun kita memberi kebebasan pada anak untuk menyatakan kesiapannya belajar formal, namun pendidikan kepribadian dan karakter harus tetap dijalankan sejak dini, sesuai tahap perkembangan anak. Keinginan dan persetujuan anak saya dalam mengikuti World Education Games saya jadikan sebagai momen penting untuk mempelajari tentang komitmen dan tanggung jawab. Ketika dia telah memilih dan setuju, maka dia harus bertanggung jawab pada pilihannya. Anak saya harus mengikuti prosesnya sampai selesai. Dia harus menyelesaikan hal-hal yang setuju untuk dia awali. Membaca tentang hal ini, apakah anda membayangkan suatu proses ketat dimana anak saya dengan penuh keterpaksaan menjalani proses ini sendirian dan saya tinggal main perintah sambil ongkang-ongkang? Tentu tidak. Ini adalah proses yang kami jalani bersama, penuh dukungan, dorongan, maupun tarikan, dan ada kelonggaran juga. Semua proses ini kami jalani dengan alami dan rileks. Kami berkomunikasi tentang kebaikan dan keburukan sehubungan dengan World Education Games ini, kami juga saling membagi semangat, menceritakan keengganan, dan menciptakan suasana rumah yang mendukung interaksi yang sedang sangat intens dalam satu tema ini. Dalam hal yang terakhir ini kami tidak menerima tamu sama sekali, telepon pun saya matikan ketika anak berhadapan dengan tantangan lomba. Tidak masalah, ini hanya untuk 2 hari saja. Yang ingin saya berikan pada anak adalah kenyataan bahwa dia tidak sendiri, bahwa tanggung jawab itu adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan, bahwa memelihara komitmen itu perlu untuk mencapai cita-citanya. Medali, sertifikat, maupun hadiah uang (kalau ada) itu bukan hal yang penting. Yang terpenting adalah ketika anak mampu mengendalikan diri untuk keluar dari zona nyamannya demi mencapai cita-citanya. Dunia anak-anak adalah dunia bermain, demikian pula anak saya, dia sangat suka bermain. Bermain adalah area yang sangat nyaman baginya. Namun kemampuan mengarahkan diri untuk melakukan sesuatu yang berbeda, namun baik, harus dipelajari pula. |
