Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Menunda Belajar Formal PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Monday, 05 March 2012 05:55

Tujuan dari home education adalah untuk mewujudkan anak-anak yang sehat tubuh, jiwa, dan semangat. Anak-anak yang digegas untuk belajar formal sebelum mereka siap akan mengalami kecenderungan menurunnya kemampuan akademis di usia remaja. Mereka juga akan cenderung melakukan tindak kejahatan, dan memiliki ketergantungan pada opini temannya (berdasarkan riset yang dilakukan lembaga Dr. Raymond Moore, The Moore Foundation).

Ketergantungan pada opini teman ini akan membawa pada kebiasaan remaja yang kurang baik, seperti perilaku yang tidak sopan, orientasi sex yang salah, narkoba, minuman keras, dan mulainya ketergantungan pada rokok.

Menunda belajar formal menghindarkan anak dari tekanan-tekanan yang timbul karena anak belum siap. Anak yang belum siap secara motorik halus dipaksa untuk menulis indah. Anak yang belum siap berpikir secara logika dipaksa belajar matematika. Anak yang belum begitu menguasai pengucapan dipaksa bersajak. Semua ini menimbulkan tekanan-tekanan di usia yang seharusnya penuh eksplorasi imajinasi. Usia ketika anak menghadapi kekayaan imajinasinya.Padahal imajinasi adalah kemampuan anak yang utama, dan sekaligus modal bagi kepemimpinan yang sukses.

Ketidaksesuaian kenyataan kemampuan anak dan tuntutan belajar formal ini membawa masalah baru di usia remaja. Maka dari sini dibutuhkan kemauan orang tua untuk memahami kemampuan dan kesiapan anak. Penghargaan pada kondisi anak adalah sikap dasar yang dibutuhkan orang tua.

Pertanyaannya adalah, bagaimana orang tua bisa tahu kesiapan atau ketidaksiapan anak dalam menghadapi pembelajaran baru? Penolakan anak untuk belajar adalah indikasi awal. Namun, orang tua tetap harus memperhatikan alasan dari penolakan ini, apakah rasa ketidakmampuan pada diri anak, atau ketidakmauan. Jika anak tidak mau, apakah alasannya? Mungkin rasa malu yang timbul karena merasa diri sudah besar tapi masih tidak bisa bersepeda roda dua, hingga enggan ketahuan orang lain ketika belajar bersepeda? Itu salah satu contoh saja, jika memang ini yang dihadapi, ini bukanlah suatu ketidaksiapan. Untuk hal ini orang tua bisa mengakalinya, misalnya dengan latihan bersepeda ketika hari gelap.

Contoh ketidaksiapan belajar formal adalah cara anak memegang pensil. Ada anak yang bisa langsung tepat dan pas dalam memegang pensil, ada yang masih salah, hingga mengakibatkan dia mengalami kesulitan dalam menulis. Untuk anak yang seperti ini, menunda belajar menulis dan mendahulukan belajar motorik halus dan kasar adalah sangat tepat.

Penundaan belajar formal karena pertimbangan kondisi anak ini jika dilakukan orang tua akan menghindarkan anak dari stress dan pelarian pada persetujuan teman sebaya. Anak akan tumbuh menjadi anak yang bahagia dan penuh kepercayaan diri, mampu membuat pertimbangan tentang yang baik atau yang buruk bagi dirinya sendiri. Alangkah tenangnya memiliki anak yang mampu bertanggung jawab pada kehidupannya. Hanya dibutuhkan pengertian dan kemauan memberi kondisi yang penuh kesiapan pada anak.

 

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Tulisan Terkait

Yang sedang online

We have 68 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:


The Root of Learning

Award :