Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Tips Home Education PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Wednesday, 28 September 2011 11:35

Saya ingin berbagi tips home education menurut pengalaman saya selama ini, semoga bermanfaat.

1. Jangan memutuskan home education karena tergiur dengan akselerasi atau percepatan belajar yang didapat anak-anak home education. Akselerasi ini hanyalah efek samping dari proses belajar yang sesuai dengan karakter anak. Keberhasilan home education adalah ketika anak senang belajar dan bisa belajar dengan mandiri. Tapi, jangan juga memaksakan anak untuk senang belajar atau mampu belajar secara mandiri dengan tergesa-gesa. Semua ini adalah proses, hasil dari penghargaan pada kebutuhan, keinginan, dan karakter anak selama belajar.

2. Mulailah dengan rutinitas, tapi jangan menjadi budak dari rutinitas. Rutinitas baik untuk dibangun sejak awal. Biasakan anak belajar formal pada jam-jam tertentu, termasuk juga membangun kebiasaan makan, tidur atau bermain diluar pada jam-jam tertentu. Tapi jangan jadikan rutinitas ini sebagai rutinitas yang kaku. Jika memang diperlukan fleksibilitas, maka terapkanlah itu. Rutinitas yang kaku akan menjebak keluarga untuk masuk dalam proses home education yang tidak menyenangkan.

3. Tidak perlu membawa pola sekolah formal ke dalam home education. Home education bukanlah sekolah formal. Dengan cara belajar seperti sekolah formal, keluarga akan mudah terseret pada kebosanan, atau burn out. Ketika keluarga memilih home education, ada beberapa faktor yang mereka pertimbangkan, termasuk salah satunya adalah ketidaksesuaian dengan pola belajar di sekolah formal yang memberlakukan satu sistem untuk semua. Nah, kalau keluarga home education mengadopsi sistem sekolah formal ke dalam praktek home education, maka tidak ada bedanya kan?

4. Konsistensi. Apapun metode atau subyek pelajaran yang dipilih, konsistenlah. Kita memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk mendidik anak.

5. Sesekali melakukan aktivitas belajar di luar rumah adalah baik, namun jangan menjadikan kegiatan luar rumah sebagai aktivitas home education yang dominan. Jadikan rumah sebagai pusat dari segala aktivitas home education.

6. Jangan ragu mengatakan “ya” ketika anak berniat memelihara kalajengking yang dia temukan di halaman. Namun pertimbangkan juga apakah anda bisa menyediakan kandang yang tepat untuk kalajengking itu, supaya anak dapat memelihara dan mengamatinya untuk belajar namun tetap aman, terhindar dari resiko tersengat bisanya. Dengan mengatakan “ya” anda akan bisa melihat betapa kaya pelajaran yang bisa didapat anak.

 

Mari kita menikmati segala proses home education dengan senang dan relax. Karena home education memungkinkan anak belajar secara mandiri dan bahagia. Hubungan antara anak dan orang tua pun akan harmonis.

Last Updated on Tuesday, 18 October 2011 18:35
 

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Tulisan Terkait

Yang sedang online

We have 42 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:

 


The Root of Learning

Award :