Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Ketika Bicara Menjadi Petunjuk Karakter PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Thursday, 16 June 2011 11:31

"Buuuk... duwek rong ewu..." (= Bu... uang dua ribu...)

"Buuuuuukkk... duwek rong ewuuuu!!" (= Buuu... uang dua ribuuuuuu.....)

"Nek gak dikek'i aku njophok dewe lo!!" (= kalo tidak diberi aku ambil sendiri lo!!)

"Tak gephuk koen Buk!" (= aku pukul kau Bu!)

"Tak jambak koen Buk nek aku gak dikek'i!!" (= Aku tarik rambutmu kalau aku tidak diberi uang!!)


Itu adalah sebuah perkataan dari anak pembantu tetangga saya. Perkataannya tidak mendapat tanggapan dari ibunya, jadi rupanya si anak jengkel terhadap ibunya. Tapi, apakah anak diperbolehkan berucap dan bertingkah laku seperti itu? Menurut saya, sejengkel apapun anak, dia tetap tidak berhak mengucapkan kata-kata seperti itu pada ibunya. Selain tidak sopan, ucapan seperti diatas juga tidak layak diucapkan seorang anak pada orang yang telah melahirkan dan menghidupinya. Ucapan itu menunjukkan betapa banyak yang harus diperbaiki dari segi karakter si anak.

Lalu, apakah ini melulu kesalahan anak? Tidak. Anak memiliki ide dan kesempatan mengucapkan kata-kata itu adalah karena stimulasi dari luar. Ketika dilahirkan anak sama sekali tidak membawa kecenderungan berucap dengan cara tertentu.

Tentang apa yang diucapkan, bagaimana anak merespon orang lain, hal ini adalah bentukan lingkungan sosialnya. Kecuali pada anak yang memang memiliki kelainan fisik tertentu, misalnya anak autis, tentu cara meresponnya berbeda dan dipengaruhi kelainan fisiknya itu.

Jadi, jika ada seorang anak yang melakukan ketidaksopanan dalam berucap, orang tua seharusnya tidak langsung menyalahkan anak. Introspeksilah dulu, dari mana kesalahan itu berasal, jangan takut mengakui bahwa kesalahan itu berasal dari diri orang tua sendiri. Lalu perbaikilah sebelum terlambat dan sifat itu menetap. Perbaiki diri orang tua dulu yang utama, karena orang tua menjadi contoh yang utama bagi anak di masa kanak-kanaknya dalam pola berkomunikasi dan pola merespon lingkungan sosialnya. Jika orang tua telah beres, memperbaiki anak pun tidak susah. Menunjukkan yang baik pada anak, menyontohkan segala kebaikan. Bukan memarahi anak dengan membabi buta. Percuam saja, karena itu justru memberi contoh ketidakbaikan pada anak.

Sebagai orang tua homeschooling kita telah paham bahwa membentuk karakter yang baik dalam diri anak adalah pendidikan yang paling utama. Karena segala keberhasilan dan kesuksesan hidup diawali dari karakter yang baik.

Apa saja karakter yang baik itu?

Dasarnya, yang harus diajarkan pada anak adalah :

- Kepercayaan, bahwa anak harus menjadi sosok yang bisa dipercaya. Melalui kejujuran dan kebaikannya.

- Penghargaan, bahwa anak harus belajar menghargai orang lain dan karya orang lain.

- Tanggung jawab, bahwa anak harus bisa bertingkah laku baik walaupun tidak sedang diawasi oleh orang tua.

- Keadilan, bahwa anak mampu memberikan apa yang menjadi hak orang lain dan melakukan apa yang menjadi kewajibannya.- Kepedulian, bahwa anak harus bisa mengembangkan rasa peduli, simpati, empati, terhadap kondisi orang lain.

- Kewarganegaraan, bahwa anak mengembangkan penghargaan pada pahlawan nasional, memahami sejarah negaranya sesuai usianya, memahami kondisi negara sesuai tahapan usianya.

- Mengontrol amarah, bahwa seorang anak bisa mengendalikan amarahnya hingga tidak meluap-luap

- Kepandaian menghadapi konflik, bahwa seorang anak bisa mengambil keputusan ketika dihadapkan pada konflik

- Mampu mendengarkan orang lain, bahwa anak bisa peduli pada ucapan atau apa yang disampaikan oleh orang lain

- Mampu untuk tidak melakukan kejahatan, mampu mengendalikan diri untuk tidak melakukan kejahatan (bullying) pada orang lain.

- Tidak mengembangkan prasangka (prejudice) sebelum mengenali orang lain.

Masih banyak aspek-aspek karakter baik lain yang harus dikembangkan dalam diri anak supaya dia bisa hidup selaras dengan lingkungannya. Hidup harmonis dengan manusia lain dan alam sekitarnya. Namun 10 karakter baik di atas adalah dasar dari semua karakter baik yang lain. Dan kesepuluh aspek tersebut diatas bisa diajarkan sejak usia dini.

Last Updated on Tuesday, 18 October 2011 18:40
 

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Tulisan Terkait

Yang sedang online

We have 71 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:


The Root of Learning

Award :