Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Kami Telah Sepakat Menjalankan Home Education, Lalu Bagaimana? PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Tuesday, 03 August 2010 17:33

Setelah mempelajari berbagai hal tentang home education, keluarga yang ingin menjalankan home education bisa mengadakan kesepakatan bersama bahwa akan menjalankan home education dan dengan demikian bersedia terlibat dan mengambil tanggung jawab sesuai kesepakatan. Jika kesepakatan itu telah ada, maka tahap teknis berikut bisa dilakukan :


1. Tentukan alasan dan tujuan home education
Dari kesadaran akan alasan dan tujuan (visi-misi) home education inilah proses selanjutnya bisa dimulai. Ada beberapa alasan dan tujuan yang sering diungkapkan keluarga home education, diantaranya adalah :
- Untuk percepatan belajar (akselerasi) supaya bisa menyelesaikan belajar di usia muda.
- Agar anak bisa memaknai proses belajar sehingga tidak terlupakan begitu saja.
- Agar bisa mendapatkan ijazah luar negeri tapi tetap belajar di dalam negeri
- Agar anak bisa mendalami bidang minat dan bakatnya secara optimal
- Agar anak yang berkebutuhan khusus bisa belajar dengan optimal bersama kasih keluarga
- Pemurnian nilai-nilai dalam keluarga
- dll.

 

2. Pelajari gaya belajar anak
Mengetahui gaya belajar ini sangat diperlukan agar anak bisa belajar dengan baik dan efektif bersama keluarga. Apa yang terjadi jika orang tua memaksakan suatu gaya belajar pada anak? Tentu anak akan tidak menyukai proses belajar, dan jika terus terjadi akan terjad keretakan hubungan anak-orang tua. Tentu kita tidak ingin ini terjadi kan?
Gaya belajar juga bersifat tidak tetap. Jika pada awalnya anak suka belajar dengan memanfaatkan pendengarannya, namun suatu hari dia akan lebih suka belajar dengan visualnya, dst. Ini tidak mengherankan, sebab manusia itu dinamis dan bisa berubah. Kewajiban orang tua adalah membuka diri dan memahami perubahan ini.

3. Tentukan kurikulum yg sesuai dengan alasan dan tujuan home education dan gaya belajar anak
Tahap berikutnya adalah memilih kurikulum. Ada banyak sekali kurikulum yang ditawarkan untuk anak home education di seluruh dunia. Keluarga home education bisa memilih kurikulum dari luar negeri maupun kurikulum nasional. Sesuaikan pemilihan kurikulum ini dengan alasan dan tujuan home education serta kemampuan keuangan keluarga.
Misalnya jika tujuan home education adalah untuk percepatan, gunakan kurikulum yang tidak membatasi usia belajar. Jika tujuan home education adalah agar anak mendapatkan ijazah dari luar negeri, maka pilihlah kurikulum dari negara tujuan. Atau jika menginginkan belajar yang benar-benar “child directed” maka bisa juga tanpa kurikulum.

4. Tentukan materi yang memenuhi kebutuhan belajar
Setelah menentukan kurikulum, maka bisa mulai menentukan materi berdasarkan kurikulum itu. Kurikulum distance learning (sekolah jarak jauh) biasanya dijual beserta materinya, jadi keluarga home education tidak perlu bingung dengan pemilihan materi. Namun ada juga yang menyediakan kurikulum tapi memberikan kebebasan untuk memilih materi apapun asalkan masih memenuhi kriteria/kerangka kerja kurikulum tersebut. Menghadapi hal ini, maka orang tua home education harus mempelajari dengan teliti tiap kurikulum yang akan dipilih.

5. Tentukan cara evaluasi
Beberapa kurikulum memang menyediakan kisi-kisi untuk evaluasi, baik evaluasi tengah semester, per semester, atau tiap tahun ajaran. Tapi ada juga yang sama sekali tidak menyediakan, di sini sangat dibutuhkan keterlibatan seluruh keluarga. Jika kurikulum jenis ini yang dipakai, maka keluarga home education bisa memanfaatkan buku-buku soal yang banyak tersedia di toko buku untuk acuan evaluasi. Keluarga home education biasanya juga menambahkan evaluasi deskriptif yang menggambarkan penerimaan anak dalam belajar untuk feed back proses belajar anak.

6. Tentukan cara belajar dan penjadwalan
Setelah kurikulum ada di tangan orang tua, maka bisa mulai ditentukan penjadwalannya. Misalnya dibutuhkan berapa jam dalam sehari untuk belajar matematika, dst. Tapi, pada umumnya keluarga home education tidak menetapkan target jadwal yang kaku. Apalagi pada anak yang masih muda. Percayalah, jadwal yang kaku tidak akan berhasil. Adalah lebih  baik jika target penjadwalan ditetapkan bersama anak. Pengalaman kami membuktikan bahwa anak akan dengan senang hati berdisiplin menjalankan jadwalnya jika ia diajak terlibat dalam proses penyusunannya.

7. Jalankan dan terlibatlah
Setelah mengetahui hal-hal yang bisa dilakukan dalam keseharian home education, maka yang terutama adalah komitmen seluruh anggota keluarga serumah untuk terlibat mengambil tanggung jawab bersama-sama dalam proses belajar anak. Ingatlah bahwa home education tidak akan berhasil tanpa dukungan semua anggota keluarga, terutama ibu dan ayah.

8. Jika menemui kesulitan, tantangan, atau hambatan, cobalah bergabung dengan support group home education yang bisa dijangkau dan lakukan sharing dengan tenaga ahli di support group ini.

Last Updated on Tuesday, 18 October 2011 19:04
 

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Yang sedang online

We have 84 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:

 


The Root of Learning

Award :