Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Kemandirian Berpikir Di Usia Muda PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Tuesday, 20 July 2010 20:47

Beberapa hari ini kurasakan bahwa Pandu makin pro-aktif dalam belajarnya. Dia menentukan sendiri topik belajarnya, lalu cara mempelajari topik tersebut, dia juga menentukan peralatan yang dibutuhkan, seperti lem, jenis kertas, gunting, pensil warna, dsb.

Dari sini aku sudah melihat adanya kemandirian berpikir yang konseptual dan sistematik. Ketika seorang anak telah bisa menunjukkan kemampuan ini di usia mudanya, maka ini adalah hasil dari suatu pembiasaan dan encouragement yang mendukung kemampuan kecerdasannya.


Kemampuan kecerdasan pada tiap anak berbeda. Ini tidak bisa diramalkan selama masa kehamilan, bahkan selama masa perkembangan anak. Untuk hal ini, yang bisa dilakukan orang tua hanyalah memberikan makanan bernutrisi lengkap dan tidak beracun (ber-pewarna buatan, ber-MSG, ber-pengawet, ber-perasa buatan, dsb.) dan melakukan stimulasi kecerdasan yang pas sesuai tahapan usianya.

Sedangkan pembiasaan dan encouragement bisa dilakukan dengan :

Membiasakan anak berpikir logika
Membiasakan anak mengetahui hubungan sebab akibat dari suatu kejadian yang umum akan membuatnya mampu menilai hubungan sebab akibat yang terjadi pada dirinya sendiri. Yang akan dilanjutkannya dengan tindakan mengantisipasi segala kebutuhannya.

Membiasakan anak mandiri dalam memperhitungkan kebutuhannya
Setelah anak bisa mengantisipasi kebutuhannya, harus diikuti dengan kemandiriannya. Mandiri ini maksudnya adalah anak merasa bebas menentukan apa yang jadi kebutuhannya dan tidak takut-takut menyatakannya karena didasarkan pada pemikirannya bahwa kebutuhannya itu bukan kebutuhan yang tidak baik, dan bahwa akan disetujui oleh orang tuanya.

Mengakui otonomi anak atas dirinya, dan memberikan yang menjadi hak anak
Mengakui otonomi tidak perlu menunggu anak cukup dewasa secara usia. Tapi dimulai ketika anak masih bayi. Banyak orang tua berpikir bahwa anak kecil masih harus diatur segala sesuatunya, tidak perlu didengarkan keinginannya, karena mereka masih belum bisa berpikir. Pemikiran ini sama sekali salah. Sejak masih bayi anak memiliki kebutuhan untuk dihargai hak otonomi atas dirinya. Dulu ketika sudah bisa duduk sendiri, dalam sehari aku sering memberinya waktu sekitar 5 menit untuk "sendirian", dalam arti dia merasa sendiri, bebas melakukan permainan apapun yang dia mau, sambil aku tetap mengawasinya pada jarak yang tetap menjaga keamanannya. Semakin besar semakin banyak waktu yang kuberikan untuk dia.

Memberikan sarana bagi anak untuk melakukan katarsis
Katarsis dibutuhkan anak untuk menyalurkan energi yang ingin keluar akibat adanya emosi yang bergejolak dalam dirinya. Jika energi ini disalurkan dengan baik, misalnya dalam bentuk berteriak, menangis, atau apapun bentuk yang tidak sampai destruktif, maka hasilnya adalah terlepasnya energi negatif itu dan anak kembali siap beraktivitas kembali dengan penuh semangat. Tapi jika emosi negatif ditekan, itu sama saja dengan tidak pernah menyelesaikan, hanya menyembunyikan, ini akan menghambat pencapaian kedewasaan diri.

Menanggapi perkataan anak seperti halnya kita menanggapi perkataan orang yang seusia dengan kita
Banyak orang dewasa meremehkan setiap ucapan anak kecil. Anggapan seperti : "Ah, anak kecil tahu apa kamu?", atau "Itu belum waktunya kamu pelajari", atau "Ngayal melulu, ngomong yang bener dong!" perkataan ini sebaiknya tidak keluar lagi dari mulut orang tua jika menginginkan anak yang punya karakter kuat dan kepribadian dewasa. Perkataan ini tidak akan membuat anak semakin terpicu untuk berusaha jadi dewasa, tapi hanya akan menimbulkan dendam pribadi dalam diri anak dan tidak akan melancarkan perjalanan anak menuju kedewasaan dan kematangan pribadi di masa muda. Menanggapi anak seperti kita menanggapi teman kita akan membuat anak merasa dirinya berharga, diperlukan, dan menambah semangatnya untuk makin maju dan belajar lebih banyak lagi.

Last Updated on Tuesday, 18 October 2011 19:05
 

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Yang sedang online

We have 68 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:


The Root of Learning

Award :