Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Kegiatan Keseharian Home Education PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Wednesday, 14 July 2010 16:06

Dari mengetahui muncul pertanyaan, begitulah siklus pengetahuan. Dari mengetahui tentang apa itu home education, muncul pertanyaan tentang bagaimana kesehariannya? Artikel ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Tidak seperti sekolah formal, home education tidak mempunyai patokan mengenai kegiatan keseharian, harus begini atau harus begitu. Semua itu sangat tergantung kondisi dan kebutuhan keluarga, termasuk gaya belajar anak.



Sebagai contohnya, pada anak saya, usia 6 tahun. Gambaran keseharian belajar kami masih tidak terlalu teratur. Tapi yang jelas ada jam-jam untuk belajar formal. Biasanya, siang ada 3 sesi belajar formal, yaitu untuk math, english, dan social study. Malamnya, anak saya biasanya belajar science atau apapun yang menarik baginya, bisa tentang elektronik atau robotik. Beberapa hari ini anak saya juga bangun lebih awal, yaitu pukul 4 pagi, dengan kemauannya sendiri, untuk berolah raga. Bisa sepak bola atau sekedar jogging.

Belajar formal kami lakukan dengan santai, bisa dengan duduk di meja lesehan atau di tempat tidur. Apapun asalkan mendukung untuk konsentrasinya.

Sejak menginjak usia 5 tahun anak saya memang sudah saya biasakan belajar formal setiap hari karena di usia tersebut pembentukan kebiasaan belajar dimulai. Selain itu kami juga bukan penganut unschooling. Saya juga ingin anak saya mengetahui bahwa ada keharusan-keharusan untuknya. Tapi semua kegiatan formal learning ini kami lakukan tanpa paksaan.

Itu hanya contoh kegiatan keseharian kami. Berbeda lagi dengan keluarga unschooling. Mungkin mereka tidak memberlakukan formal learning pada jam atau waktu tertentu, karena prinsip formal learning yang sangat child directed (diarahkan oleh anak). Berbeda pula dengan penganut school at home. Keluarga penganut school at home menyukai formal learning yang terjadwal dengan ketat dan rapi.

Metode-metode yang saya sebut di paragraf terdahulu juga tidak wajib diikuti, bisa saja keluarga membentuk cara dan metode belajarnya sendiri. Keluarga home education juga tidak perlu membingungkan tuntutan parameter kurikulum terhadap proses formal learning. Karena memang tidak ada tuntutan jumlah kredit seperti di sekolah formal. Jumlah jam belajar untuk suatu mata pelajaran ditentukan sepenuhnya oleh keluarga. Oleh karena itu praktek home education antara keluarga yang satu dengan yang lain tidak bisa dibandingkan.

Itulah sekilas tentang keseharian home education. Silakan tentukan sendiri sesuai kondisi anak dan keluarga.

Last Updated on Tuesday, 18 October 2011 19:06
 

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Tulisan Terkait

Yang sedang online

We have 83 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:


The Root of Learning

Award :