Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Anak-anak Home Education Tampak Aneh? PDF Print E-mail
Written by Webmaster   
Thursday, 27 May 2010 07:56

Ada sebuah pernyataan melalui email yang ditujukan ke saya, dari seorang anak remaja yang bukan home education, antara lain bunyinya begini:
"anak-anak home education adalah anak-anak yang aneh, tidak seperti anak sekolah. Anak-anak home education tampak berbeda dalam semangat belajar, beberapa bahkan sangat mengganggu karena berani menegur kesalahan temannya, bahkan menasehati. Mereka juga tidak mengikuti trend gaul, bahkan tidak mengerti bahasa sms. Dan yang paling mengganggu, mereka seperti guru saja yang tahu segala hal. Sungguh kasihan, memangnya tidak pernah diajarin gaul ya?"


Bukankah keanehan yang seperti itu adalah hal yang positif? Memang, anak home education sangat mungkin untuk jadi anak yang berbeda di lingkungannya, bukan karena mereka kurang bergaul, bukan! Tapi karena perbedaan perspektif tiap orang tua dalam mendidik, juga, karena home education bukan sekolah, jadi tidak ada proses penyeragaman di home education. Di sekolah proses penyeragaman itu banyak terjadi dalam banyak bidang, termasuk materi belajar, cara belajar, cara bergaul (kalau tidak seragam akan disingkirkan!), bahkan cara memandang suatu permasalahan (hingga menimbulkan penyempitan sudut pandang dan mengurung kreativitas). Dalam kehidupan masa dewasa, semua penyeragaman ini akan tidak menguntungkan bagi pembentukan kepribadian dewasa dan juga karir. Kreativitas tinggi dan keunikan kecerdasan dituntut dalam peningkatan karir yang pesat. Demikian juga dalam kehidupan berkeluarga kelak, dibutuhkan pemikiran yang menyempit, yang lebih berorientasi pada keluarga itu sendiri, bukan pada pendapat orang lain. Kebanyakan kasus perceraian disebabkan karena pengaruh pandangan orang lain (teman, saudara, penggemar, bahkan tetangga) yang mendukung untuk bercerai, padahal jika mau lebih melihat ke dalam keluarganya sendiri, perceraian seringkali masih bisa dihindarkan. Itulah pengaruh buruk dari penyeragaman.

Tentang semangat belajar, saya bisa tebak bahwa yang dimaksud anak remaja tersebut adalah semangat belajar yang tinggi dalam diri anak-anak home education. Memang tidak bisa dipungkiri, bahkan pada diri anak saya, dalam pergaulannya, anak home education memiliki kecenderungan menyelipkan berbagai pengetahuan yang dia ketahui. Ini adalah efek dari sebuah kebiasaan belajar dalam segala hal yang dia lakukan. Tidak seperti anak sekolah yang membatasi belajar hanya ketika ada dalam kelas atau sedang mengerjakan PR. Dalam bermain dan bergaul pun anak home education membawa proses belajar. Kita sebagai orang dewasa telah memahami kebiasaan anak home education ini sebagai hal yang baik.

Tentang keberanian menegur dan menasehati, ini juga akibat dari reward terhadap perilaku asertif. Mengingatkan teman tentang kesalahannya dan menunjukkan yang baik. Ajaran agama mana yang melarang hal ini untuk dilakukan? Saya rasa tidak ada. Mengapa tidak kita didik anak untuk menerima teguran atau kritik yang mengarahkan pada kebaikan?

Tentang tidak mengikuti trend gaul, anak home education memang berasal dari "belahan dunia yang berbeda" dengan aturan gaul yang berbeda pula, Anda mengerti maksud saya kan? Maksud saya adalah nilai-nilai yang dianut tiap keluarga itu berbeda, namun bersifat global, yaitu bisa diterapkan pada segala tahap usia, karena dalam kesehariannya anak home education bergaul dengan orang dari berbagai usia. Sedangkan trend gaul bersifat lokal, yaitu berlaku hanya pada anak setahap usia tersebut. Ini membuat anak sekolah tidak bisa bergaul dengan tahap usia yang lain. Mereka meng-eksklusifkan diri melalui bahasa sms, penampilan, dan cara berpikir. Jadi, mengapa harus mengikuti trend gaul kalau trend gaul itu ternyata makin menyempitkan pergaulan? Kalau ada trend gaul yang memperluas pergaulan dengan semua usia dan golongan, itu adalah pergaulan yang baik, karena membawa anak pada adaptasi yang baik dengan semua golongan manusia.

Tentang tahu segala hal, saya sempat geli dengan pernyataan ini. Ini menunjukkan keunggulan anak-anak home education itu dibandingkan teman sebayanya yang sekolah formal. Secara tidak langsung dia mengakui bahwa teman home educationnya memiliki pengetahuan lebih banyak daripada dia. Jika ada teman yang lebih pandai, apa kita harus merasa kasihan padanya? Teman itu jelas punya kelebihan. Respon yang benar adalah kekaguman, dan yang lebih benar lagi adalah jika mau belajar dari teman yang lebih pandai itu.

Intinya, dalam segala sosialisasi, harus ada pertukaran nilai yang baik dan menggerus nilai-nilai yang negatif. Orang tua home education punya kewajiban untuk menyampaikan nilai positif dan punya kesempatan yang sangat besar untuk hal ini, malahan pencemaran nilai hidup yang baik pada anak-anak home education itu bisa sangat diminimalkan. Inilah salah satu keuntungan home education. Tidak ada salahnya mengajarkan pada anak tentang bahasa sms dan penampilan yang trend untuk anak seusianya, namun sangat perlu mengajarkan pada anak bahwa dia harus bisa bergaul dengan semua golongan. Pembiasaan perilaku asertif adalah bekal anak untuk menyampaikan kebaikan dan menentang keburukan dari lingkungan sekitarnya. Menjadi aneh dan berbeda untuk hal yang baik bukanlah keburukan, justru itu adalah benih dari kebaikan.(MMM)

Last Updated on Tuesday, 18 October 2011 19:14
 

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Yang sedang online

We have 3 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:


The Root of Learning

Award :