Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Kulwap Moore Formula Dalam Keseharian Pendidikan Berbasis Keluarga PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 25 July 2015 15:27

Yuli Al Fi:

Assalamualaikum. Selamat malam semuanya. Saya Yuli, moderator kulwap kali ini dengan tema "MOORE FORMULA dalam keseharian pendidikan berbasis keluarga". Sebelumnya, ini adalah biodata narasumber kita kali ini:

Maria memulai homeschooling untuk anaknya sejak usia 4 tahun, langsung dengan metode Moore Formula. Sebelumnya, telah mempelajari berbagai metode, dan langsung merasa "klik" dengan Moore Formula, karena metode ini yang low stress, low budget, dan penggabungan berbagai aspek psikis maupun fisik untuk pembentukan karakter dan kepribadian anak yang hebat.

Selanjutnya silahkan mb Maria memberikan materi.

Maria Magdalena:

Baik, terima kasih mbak Yuli untuk perkenalannya. Selamat malam teman-teman. Saya langsung ketik materi di sini ya.

Moore Formula - mendidik anak dengan biaya rendah dan tanpa stress? Bisa!

Prinsip utama:

Seimbangkan dengan porsi yang sama:

Study - belajar, dimulai dari beberapa menit sehari hingga beberapa jam.

Work - bekerja (untuk mendapatkan uang), mulai dari lingkup keluarga, pelan-pelan keluar ke masyarakat umum, dengan kecepatan yang sesuai dengan kemampuan anak.

Service - pelayanan (untuk membantu sesama), mulai dari rumah, tetangga, lalu ke masyarakat, sesuai kemampuan anak.

Tidak memulai pelajaran yang terstruktur dan terjadwal sebelum usia 8, 10, atau 12 tahun sesuai kesiapan anak.

Kurangi kekawatiran tentang ujian. Belajarlah bukan untuk mempersiapkan ujian, tapi untuk memotivasi anak untuk belajar lebih lanjut dan memuaskan keingintahuan anak.

Terapkan belajar yang penuh kehangatan dan cinta keluarga. Singkirkan ambisi anda yang tak sesuai dengan keinginan anak.

Untuk anak yang masih kecil, batasi aktivitas yang diluar hubungan keluarga. Pusatkan didalam keluarga, perkuat karakter anak dulu, setelah anak siap, bisa mulai dibawa ke aktivitas luar keluarga.

Pemberian kebebasan berkreasi yang seluas-luasnya dalam bimbingan orangtua. Gunakan berbagai peralatan kerja yang sebenarnya, bukan mainan, tapi tetap dalam pengawasan dari orangtua agar tak membahayakan diri anak.

Pemaksimalan head (pemikiran logis), hand (kemauan bekerja), heart (perasaan), dan health (kesehatan), digabung dengan contoh nyata dari orangtua akan membawa anak pada pencapaian karakter dan kepribadian yang hebat.

Belajar itu seharusnya tidak mahal, tidak menimbulkan perasaan stress, tapi membuat bahagia dan rasa terpenuhi. Tidak mahal karena menggunakan apapun perlengkapan yang ada di sekitar kita, tak perlu buku teks yang mahal, gunakan buku-buku bagus ensiklopedi, biografi, majalah yang berkualitas, serta buku-buku yang menimbulkan ide tentang kehidupan pada anak.

Self teaching, artinya membiasakan anak berpikir, mempertimbangkan, memecahkan masalahnya sendiri.

Bacakan, nyanyikan, dan bermain bersama anak sejak anak dilahirkan. Ini akan membuat anak lebih siap belajar membaca sejak dini, yaitu sekitar usia 3-4 tahun. Beberapa anak yang diberikan perlakuan ini baru bisa membaca pada usia 14 tahun, tampaknya terlambat ya… tapi mereka menunjukkan keahlian membaca yang sangat baik dibandingkan anak-anak yang bisa membaca lebih dini tapi dengan dipaksakan.

Hindari belajar yang penuh tekanan hingga anak usia 8 atau 12 tahun. Belajar, kerja, dan pelayanan semua dimulai dari beberapa menit sehari dan makin hari makin meningkat sesuai kesiapan anak. Step by step ini penting untuk mengobservasi minat dan kemampuan anak, supaya tidak menghasilkan anak karbitan tanpa kita sengaja, juga dengan mulai dari yang sedikit dan sederhana itu anak akan menanamkan rasa percaya pada dirinya sendiri untuk melakukan belajar, kerja, dan pelayanan yang lebih besar.

Motivasi anak adalah lebih produktif dalam mendidik, jika dibandingkan dengan pengajar yang ahli.

Prinsip utama Moore Formula adalah: Better Late Than Early. Banyak orangtua tak mau memilih metode ini, karena tak sabar ingin mempercepat perkembangan kecerdasan anaknya, demi memenangkan persaingan dengan “tetangga”. Pertimbangkanlah sekali lagi, apakah tujuan pendidikan anda memang ini?

---------------------------------------------------------

Yuli Al Fi:

Suka sekali dengan paragraf terakhir. Baiklah, bapak ibu sesi tanya jawab dimulai

Maria Magdalena:

Yang saya tulis diatas adalah prinsip-prinsip dasar pendidikan Moore Formula, silakan jika ingin lebih jelas dalam penerapannya.

Yuli Al Fi:

Silakan bagi yang bertanya kirim inbox ke saya.

1. Nadia umur 6 sudah bisa baca, dari kecil sering dibacakan buku dan sekarang 8 tahun masih belum menunjukkan minat membaca sendiri lebih suka dengerin cerita. Menulis pun tidak terlalu suka. Lisan masih lmyn. Bagaimana memotivasinya gemar membaca dan memancing rasa ingin tahunya? Thank you.

- SHANTY -

Maria Magdalena:

Mbak Shanty, pada dasarnya anak suka meniru, termasuk meniru orangtuanya. Moore memberi penekanan agar orangtua menjadi contoh nyata bagi anak. Jadi, untuk memotivasinya: tetaplah membacakan cerita. Untuk menulis, apakah maksudnya handwriting, atau membuat karya tulis? Kalau yg dimaksud handwriting, tulisan tangan, agak terlambat tidak apa-apa, awalnya diajak menggambar saja. Menggambar kurva aneka bentuk, tidak perlu menggambar yg sulit-sulit. Semacam membuat doodling begitu supaya melatih kekuatan dan ketrampilan jari2 anak.

Kalau tentang karya tulis, mulai dibiasakan menuliskan apapun yang dia ingin tulis, terserah apapun temanya, dan mulai dari 1 kalimat saja, asalkan ada artinya.

Yuli Al Fi:

2. Mau tanya mbak, bagaimana caranya bisa mendongeng kepada anak sedangkan saya termasuk orang yg tidak bisa mendongeng. - Vani

Maria Magdalena:

mbak Vani, mendongeng itu gampang. Saya kalau disuruh ndongengi anaknya orang lain juga tak bisa, tapi anak saya sangat suka cara saya mendongeng. Mulai dari membacakan cerita, buat intonasi suara yang tidak datar. Naik turun sesuai emosi tokoh cerita.

Nanti lama-lama dilanjut dengan ekspresi gerakan tangan dan wajah yang sesuai dengan emosi si tokoh.

Yuli Al Fi:

3. Bisa eksplore lebih luas tentang fase study? Bagaimana memulainya, adakah panduan? Bagaimana kita mengenali bahwa anak sudah siap? Adakah subject yang wajib? Yang nantinya mendukung proses work and service? Apabila ada buku/website panduan. tks. - Widya Dewi

Maria Magdalena:

mbak Widya, fase study dalam moore formula tidak ada yang khusus. Mulai saja dari 5 menit sehari, besoknya jangan langsung ditambah, tetap 5 menit, tapi anak dimotivasi terus untuk mengembangkan pengetahuan dibidang itu. Nanti mbak Widya akan kagum melihat durasi belajar yang makin bertambah sesuai semangat anak.

Untuk mengetahui kesiapan anak bisa dilakukan coba-coba. Kalau anak tidak suka dengan materi itu, berarti dia belum siap. dipancing saja dengan persiapan pemberian materi itu, misalnya melalui drama boneka seputar materi yang akan dipelajari.

Subject yang wajib tidak ada, kurikulum dan bahan terserah kita mau pakai apapun, tapi minimalkan buku pelajaran dan worksheet. Maksimalkan pemaparan melalui ensiklopedi, majalah-majalah yang bagus, dan biografi.

Yuli Al Fi:

4. Itu maksudnya penerapannya ke anak, bagaimana ya? Anak saya umur 5 tahun dengan asperger syndrome susah sekali kalau disuruh sekolah - MIEKE

Maria Magdalena:

Untuk anak asperger, Moore formula ini sangat tepat. Karena prinsip "better late than early"-nya. Tentu pemberian materi pelajaran harus disesuaikan kondisi dia. Kalau saran saya, untuk anak asperger usia 5 tahun berikan buku ensiklopedi anak-anak, buku dongeng anak, dan lebih banyak diberi dongeng, dia bisa mendapat banyak sekali input pengetahuan dari dongeng dan lagu.

Yuli Al Fi:

5. Dalam keseharian, kami tidak ada jadwal fix… kadang terjadwal kadang bebas. Jadwal juga lebih pada list to do, misal bikin kue, bikin origami, masak bayam, pergi ke museum dll. Kadang juga bebas… inisiatif anaknya sendiri... apakah ini sdh dalam track yang benar? Mengingat dia dulu pernah sekolah formal dan masih proses deschooling. Apa yang dikatakan "terlambat" itu bila di atas usia 12 tahun?

-SHANTY-

Maria Magdalena:

Mbak Shanty, dalam moore formula tidak ada kata terlambat. Yang penting anak enjoy dan motivasi internalnya untuk belajar muncul. Itu sebabnya dikatakan metode ini bebas dari stress

Yuli Al Fi:

6. Bagaimana dengan jadwal keseharian anak-anak ibu maria? - Ivana

Maria Magdalena:

Mbak Ivana, anak saya usia 11 tahun, sejak usia 4 tahun sudah Moore Formula. Jadwal keseharian kami tidak fix. Ada lesson plan, tapi itu bukan jadwal. Hanya rencana. 1 hari untuk study dia ada 2-3 subject. Tapi untuk work dan service selalu ada juga. Satu subject itu pun kami kerjakan dalam waktu 10 menit - 2 jam, range-nya sangat besar ya... karena memang sangat tergantung pada motivasi anak.

Yuli Al Fi:

7. Mba bagaimana pembagian porsi yang sama untuk study, work, dan service untuk pemula? ~Yuna Tresna~

Maria Magdalena:

Mbak Yuna, prinsipnya "porsi yang sama" itu adalah beban yang dirasakan anak. Bukan diukur berdasarkan durasi waktu. Misalnya begini: study dimulai dari beberapa menit per subject, work bisa jadi 1 jam, mungkin karena dia suka kerja karena dapat duit atau service dia kerjakan ternyata hanya 1 menit yaitu mengunjungi tetangga yang sakit dan berhalangan untuk berlama-lama, itu tidak masalah, yang penting kualitasnya.

Yuli Al Fi:

8. Dulu Josh (2y9m) kalau dibacakan buku masih belum bisa "fokus & diam" tapi beberapa waktu terakhir saya perhatikan mulai tertarik dengan tema-tema tertentu. Kalau baca tema yang dia suka dia betah. Jadi apakah boleh anak menentukan sendiri tema yang dia suka? - Judith

Maria Magdalena:

Judith, boleh. Sangat boleh. Tapi kita juga bisa memperkenalkan eksplorasi tema yang lebih banyak. Sifatnya lebih pada "menawarkan", bukan "memaksakan" atau melarang kesukaan dia.

Yuli Al Fi:

9. Anak kami ini asperger syndrome tapi dia lebih suka bahasa inggris di percakapan sehari-hari. Tidak ada yang mengajari. Waktu umur 2 tahun sudah bisa menyebutkan banyak kosakata. Apa boleh buku encyclopedia yang berbahasa inggris? - Mieke

Maria Magdalena:

Mbak Mieke, boleh banget... tidak ada larangan. Apapun cara terbaik bagi anak untuk memahami lingkungannya dan mendapatkan pengetahuan darinya, itu boleh diberikan.

Yuli Al Fi:

10. Tora hampir umur 5 tahun… suka sekali di bacain buku (masih belom bisa baca), dengar lagu atau murottal… anaknya cepat sekali menghafal, tapi kadang 'hanya menghafal' tanpa paham bener apa maksudnya… Gimana caranya agar anak tidak 'hanya menghafal' tapi bisa benar-benar paham maksud dari buku yg di ceritain?

-ratih-

Maria Magdalena:

mbak Ratih, bisa dicoba cara mendramatisasikan bacaan atau lagu itu dalam percakapan drama misalnya pakai boneka jari atau boneka-boneka koleksi dia. Dengan terlibat dalam percakapannya secara langsung, anak akan memahami dengan lebih mudah.

Yuli Al Fi:

11. Apakah metode ini bisa diberikan pada anak yang mogok sekolah?

Ada momongan saya di panti, kemarin tidak naik kelas dan bilang ga mau sekolah lagi. Anak ini yatim, tinggal di panti, kelas 3 SD, usia 10 tahun, dengan gangguan konsentrasi, belum lancar membaca. Terima kasih...

(Enda)

Maria Magdalena:

mbak Enda, dia mungkin mogok sekolah karena ketidakmampuannya membaca yang ditafsirkan sebagai kelemahan oleh guru dan teman sekolahnya. Ini memang sangat mengganggu. Metode ini sangat bisa diberikan. Dengan Moore formula yang mengedepankan motivasi internal anak dan kesiapan anak, tentu semangat belajarnya akan tumbuh kembali, apalagi jika momongan mbak Enda di homeschool dengan penuh kasih sayang. Metode ini sangat bertolak belakang dengan yang ada di sekolah saat ini, jadi pastinya metode ini tak bisa diterapkan pada anak yang bersekolah formal.

Yuli Al Fi:

12. Syifa 30 bulan saat ini lagi getol banget menyanyi… saya arahkan dia kegiatan semuanya dengan menyanyi apapun dalam nyanyian… nah… mau saya ajukan kegiatannya dalam bentuk lapbook gak kecepetan kan? Karena mau puasa gadget juga.

Dan lagi… penguatan karakter anak… itu artinya pede dulu dalam keluarga gitu kah? Saya belum paham...

Maaf nyusul lagi… saya ada kesepakatan dengan suami untuk anak hafal Al Quran, apa bisa?

- Rosana

Maria Magdalena:

mbak Rosana, tidak masalah memperkenalkan lapbook pada anak yang sedang gemar mengeksplorasi dunia dengan lagu. Tapi jika dia menolak jangan dipaksa, biarkan dia menikmati eksplorasinya dulu. Kalau mbak rosana benar-benar melihat positifnya lapbook sebagai metode belajar, mbak rosana bisa mulai memberi contoh dengan "asyik membuat lapbook" di hadapan Syifa.

Sebetulnya bukan pede dalam keluarga ya... tapi lebih pada perasaan aman yang dia rasakan karena keyakinannya pada cinta ayah-bunda padanya. Ketika anak telah yakin bahwa kedua ortu menyayangi dia, menerima apapun kondisi dia dengan penuh cinta, tak menolaknya... itu saatnya dia akan melihat dunia dengan mata terbuka lebar dan rasa ingin tahu yg besar, diiringi kesiapan karakter dalam menjawab tuntutan dunia. Dengan keyakinan itu pula anak bisa mengetahui mana yang salah dan mana yang benar, sehingga gak gampang melakukan kesalahan.

Untuk hafal Al Quran... bisa saja. Asalkan metodenya tepat sesuai kondisi anak.

Yuli Al Fi:

13. Anak saya usianya 3 tahun 8 bulan. Apa boleh distimulasi keterampilan membaca dan berhitungnya lewat bermain? Misal mencari angka yang sama/mencocokkan.

- Uus

Maria Magdalena:

Mbak/mas Uus, bisa saja, kondisikan saja itu seperti bermain. Yang ditolak oleh Moore sebenarnya adalah pemaksaan dalam proses belajar, seperti misalnya penggunaan flashcard yg seperti ala glenn doman. Kalau flash card dipakai hanya untuk mengenalkan bentuk huruf dan gambar-gambar aneka binatang itu tidak apa-apa, asal tidak dipaksa juga dalam pemberiannya.

Yuli Al Fi:

14. "Membangun karakter yang kuat di rumah, baru keluar". Bisa diperjelas dengan contoh?

-Muji-

Maria Magdalena:

Pak Muji, seperti yang saya jelaskan di atas, maksudnya adalah perkuat dulu keyakinan anak bahwa ayah-ibu mengasihinya tanpa syarat, unconditional love. Jika diumpamakan pohon, ini adalah pembentukan akar. Jika akar kuat, tentu pohon itu akan berdiri kokoh sebesar apapun dia. Kalau selama masa pembentukan akar ini ada interupsi, yang membuat akan tak tumbuh dengan ukuran dan panjang yang sesuai, anak akan mudah bimbang, tak tahu apa yang dilakukan, bahkan tak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Interupsi ini sangat bisa muncul dari lingkungan di luar keluarga, misalnya dari pertemanan atau dari tetangga, yang mengucapkan atau menyampaikan nilai-nilai yang bertentangan dengan penguatan karakter anak yang baik.

Yuli Al Fi:

15. apakah memungkinkan kita menerapkan metode yang berbeda untuk tiap anak? Apakah efektif? Karena sepertinya metode yang saya terapkan untuk si sulung, mungkin kurang cocok untuk si tengah (almost 6) - Widya Dewi

Maria Magdalena:

Mbak Widya, bisa saja. Tidak apa-apa mencampur-campur metode. Sesuaikan saja dengan kondisi anak dan keyakinan ayah-bunda.

Yuli Al Fi:

Bapak ibu untuk sesi pertanyaan sudah ditutup karena sisa waktu digunakan menjawab pertanyaan saja.

16. Mbak Yuli, mau tanya. Anak saya masih 8 bulan. Lagi seneng merangkak, cooing, dan mengeksplorasi benda-benda di sekitarnya. Gimana baiknya ya, apakah saya perlu mendampingi dia dan mengenalkan apa yang lagi dipegangnya, atau cukup diam mengawasi ya? Saya masih kurang paham, apakah interupsi-interupsi yg saya lakukan dengan mengajak dia berdialog saat dia sedang asik main bisa membantunya atau malah justru sebaliknya malah membuat dia pecah konsentrasi. Makasih. - Aizz

Maria Magdalena:

mbak Aizz, manusia, biarpun usia bayi, membutuhkan "me time", tapi, kebutuhan me time ini biasanya tidak sebanyak kebutuhan berinteraksi dengan orang-orang yang mengasihinya. Pengalaman saya dulu, saya biasakan bayi saya me time sekitar 10-15 menit, atau sampai dia protes. Dan menurut perhitungan ini, bayi saya hanya butuh me time itu 2 kali sehari. Lebih banyak kebutuhan dia untuk interaksi bersama orangtuanya.

Yuli Al Fi:

17. Tentang glen doman tadi, apakah bisa berdampak buruk pada perkembangan kognitif anak dikemudian hari? Saya teringat kemarin ada temen yang menceritakan tentang sekolah anaknya yang memakai sistem itu dimana dia dan ibu-ibu lainnya sangaaaaaat terkesan sekali -- Ita

Maria Magdalena:

mbak Ita, itu semacam memaksakan tanpa disadari. Jadi kalau untuk perkembangan kognitif mungkin tidak ada pengaruh negatifnya. Tapi juga tidak ada pengaruh positifnya. Menurut penelitian, pengaruh positifnya hanya tampak sesaat. Tidak ada bedanya dengan yang tidak mendapatkan metode itu. Jadi buat apa anak dipaksakan jika tidak ada positifnya?

Yuli Al Fi:

18. Bila tanpa disengaja anak sudah terlanjur tidak percaya sama orangtuanya, komunikasi menjadi susah...

Bagaimana cara untuk mengembalikan kepercayaan anak terhadap orangtuanya??

-ratih-

Maria Magdalena:

Mbak Ratih, satu-satunya cara adalah: menghabiskan banyak waktu berdua saja. Pada waktu itu bermainlah, just having fun. Jangan ada sesi belajar atau menggurui, jadilah temannya yang setara. Misalnya kalau dia gak mau terbuka, tidak perlu dipaksa, biarkan saja. Pergi nonton, main di timezone misalnya.

Yuli Al Fi:

19. >>>>> metode ini sangat bertolak belakang dengan yang ada di sekolah saat ini, jadi pastinya metode ini tak bisa diterapkan pada anak yang bersekolah formal.<<<<<<

Baik mbak, kami mau belajar HS untuk anak yatim tersebut.

Last Updated on Saturday, 25 July 2015 15:37
 

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Tulisan Terkait

Yang sedang online

We have 10 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:

 


The Root of Learning

Award :