Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
KulWap Unschooling Bersama Yudi Arianto PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Thursday, 11 June 2015 10:14

Maria Magdalena:
Selamat malam teman-teman... selamat bergabung di Kulwap yang tampaknya bakal seru ini sebuah kulwap yang sangat kontroversial, temanya: Unschooling! Narasumber yang hadir malam ini juga sangat kompeten di bidang unschooling karena telah mempraktekkannya sendiri. Saya perkenalkan sedikit tentang pak Yudi... dari perkenalannya saja sudah seru nih. Perkenalan pak yudi ini ditulis oleh beliau sendiri:

"Saya Yudi Arianto, anak saya 4, tertua 17 tahun dan termuda 7 tahun. Petualangan saya dimulai justru dengan mendirikan sekolah untuk anak saya yang unik. Sekolah itu kini malah sudah sampai tingkat SMA. Hanya untuk menyadari bahwa sekolah formal tidak cocok untuk anak saya dan itu mengantarkan ke homeschooling. Karena HS ternyata masih kurang pas, mengantarkan saya ke unschooling bahkan yang semula untuk anak pertama keterusan sampai anak ke-4. Kini bahkan kami berpikir utk uncollege sekalian."

Luar biasa! 4 anak unschooling semua. Buat saya, unschooling itu tidak ringan.Baiklah, itu perkenalannya. Sekarang, silakan pak Yudi untuk mulai memaparkan tentang unschooling. Monggo pak

Yudi Arianto:
Baik rekan rekan. Selamat malam.
Unschooling adalah "kutub ekstrim" gerakan HS. Kutub yang lain adalah school at home style yang versi ketat HS. Unschooling (US) tidak percaya sama sekali dengan kurikulum.
US dibangun dgn premis bahwa orangtua dan anak-anak akan menemukan jalan terbaiknya sendiri tanpa tergantung pada institusi pendidikan, penerbit buku, atau ahli pendidikan untuk melakukan apa yg pantas dilakukan.
US berarti melakukan sesuatu yang menarik bagi kita yang tak terhindarkan akan mengantarkan kita pada sains, math, sejarah, sosiologi dan seterusnya.
US adalah melakukan aktivitas nyata dalam suatu bidang bukan karena karena itu MUNGKIN berguna, melainkan karena hal itu benar-benar menarik.
US dibangun atas semangat bahwa secara par excelence ia merupakan alternatif dari persekolahan.
Dia bukan metode atau resep utk dicoba melainkan lebih sebagai cara pandang terhadap anak dan kehidupan.
US menganut prinsip children led learning, anak menentukan apa yg perlu dia pelajari, apa yg penting atau tdk penting bagi dirinya, bahkan untuk do nothing.

So, peran orangtua?
Pertama : menanamkan kesadaran akan misi hidup. Tuhan punya maksud tertentu atas kehadiran kita, tugas kita adalah menemukan misi itu.
Kedua : menciptakan lingkungan yg kondusif bagi eksplorasi dan eksperimen apapun.
Ketiga : menjadi role model.
Cuma itu yg dibutuhkan. Gampang, hemat biaya, tidak pakai stres dan rileks.

OK sampai disini paparan saya

Maria Magdalena:
Terima kasih pak Yudi untuk pemaparan yang menarik. Silakan japri saya untuk yang ingin bertanya. Untuk awalnya saya ingin mengawali dengan pertanyaan: bagaimana pak Yudi bisa mengetahui kalau suatu materi, katakanlah sains, itu sudah sesuai dengan pemahaman pemikiran anak jika tidak menggunakan panduan kurikulum? Silakan langsung dijawab pak

Yudi Arianto:
Anak itu sendiri yang tahu. Saya tak pernah mau diatur orang untuk menentukan apa yg pantas bagi anak. Anak saya belajar pemrograman ketika umurnya 10 tahun. Padahal itu tingkatan universitas. Pada umur 12 tahun dia sudah magang kerja di bidang tsb.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 2:
Bagaimana pandangan bapak ttg teori perkembangan anak?
- dari Pandji

Yudi Arianto:
Teori perkembangan anaklah yg kami pelajari. Yang terbaru. Masalahnya teori perkembangan yang dipakai sekolah sudah usang.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 3:
Bagaimana kalo citra role model yaitu kita sendiri orangtua sekaligus pengajarnya sudah tercoreng atau bahkan rusak di depan anak yg dalam hal ini juga murid kita? Apakah bisa diperbaiki? Kalo bisa bagaimana?
- dari Lenny

Yudi Arianto:
Maka tidak ada jalan lain kecuali berusaha memperbaiki diri supaya jadi model yang baik. Kalau tidak mereka akan cari model lain yang bisa jadi buruk.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 4:
Jadi anaknya juga tidak mengikuti ujian paket ya pak? Makasih
- dari Dewi

Yudi Arianto:
Bisa ikut ujian persamaan. Asal kemauan mereka sendiri.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 5:
Bagaimana kita menanamkan disiplin ke anak kalau semua serba anak yang menentukan?
- dari Yantie

Yudi Arianto:
Ajaibnya mereka bisa kok berdisiplin, asal orangtua mencontohkannya.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 6:
Pernah tidak mengalami kebosanan dan bagaimana cara mengatasinya?
- dari Naomi

Yudi Arianto:
Karena ini alami jadi gak bosen, bahkan exiting.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 7:
Apakah pernah anak2 ingin merasakan belajar di gedung (sekolah yg ada kurikulumnya) dan bagaimana orangtua menjelaskan dan menyikapi hal ini
- dari Rika

Yudi Arianto:
Pernah , tapi begitu tahu sekolah seperti itu mereka gak mau sendiri :)

Maria Magdalena:
Pertanyaan 8:
Pak Yudi menulis: "Anak menentukan apa yang perlu dia pelajari", dan "Apa yang penting atau tidak penting bagi dirinya"
Pertanyaan saya: Sejak umur berapa (atau dalam hal apa saja) orangtua berani menaruh kepercayaan penuh atas pilihan anak? Sedangkan, boleh jadi pilihan anak bertabrakan dengan nilai-nilai yang dianut keluarga.
Rutam nuwus, Pak Yudi
- dari Ujix

Yudi Arianto:
Nilai anak tidak bakal bertabrakan dengan keluarga. Kuncinya di role model tadi, yang mungkin berbeda adalah mau dia debgan mau kita atau pilihan mereka. Saya memulainya dari kecil. Contoh mereka boleh memilih kapan mau belajar membaca. Hasilnya anak 1 bisa baca umur 8.5 tahun. Anak 2 dan 3 umur 10 dan 11 tahun.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 9:
Bagaimana cara dan tips memberikan "umpan" ketertarikan pada suatu hal untuk jadi bahan belajar US?
- dari Wenda

Yudi Arianto:
Gak perlu umpan segala. Jalani hidup mereka akan tahu saatnya. Eksplorasi dunia via TV , inet, dll.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 10:
Pak yudi, saya wow sekali ketika pak yudi mengatakan US itu rileks dan tanpa stress sedangkan ketika berusaha mempraktekkan saya sangat galau karena anak saya tidak ngapa-ngapain. Bagaimana jika anak do nothing pak?
- dari yuli

Yudi Arianto:
Memang ada suatu masa yang dinamakan do nothing period terutama kalau si anak pernah merasakan sekolah. Tetapi secara umum mereka pasti melakukan sesuatu, tinggal orangtua harus sabar dan jangan pakai ukuran pribadi.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 11:
Mau tanya apakah perlu adanya stimulasi khusus dalam mengarahkan anak? Bila anak ini bengong-bengong aja?
- dari Chani

Maria Magdalena:
Pertanyaan 12:
Bagaimana proses mengetahui misi hidup anak? Apa yg dilakukan orangtua?
- dari Shanty

Yudi Arianto:
Misi hidup dibangun dengan banyak berdialog dengan mereka.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 13:
Bisakah menggabungkan antara metode US dengan sekolah formal, adik saya saat ini kelas 8 dan saya perhatikan semangat belajarnya berkurang, bagaimana menyikapinya.
- dari Risma

Yudi Arianto:
Rasanya tidak bisa digabung, ini ibarat minyak vs air

Maria Magdalena:
Pertanyaan 14:
Maaf saya mau tanya. Saya ingin merespon poin kedua. kondusif itu relatif kembali lagi pada topik menarik yang diinginkan si anak karena menarik biasa mengiring pada mahir apapun bidangnya dan itu menjadi hemat atau minimal affordable sampai level tertentu... lantas bagaimana menyiasatinya untuk tetap kondusif untuk eksperimen dan eksplorasi?
- dari Lila

Yudi Arianto:
Selalu ada jalan, atau alternatif murah.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 15:
Perencanaan belajar tanpa kurikulum maksudnya gimana pak?
- dari 9966

Yudi Arianto:
Lebih tepatnya kami menyebutnya learn list yang kita tentukan sendiri materinya, waktu belajar dan durasinya

Maria Magdalena:
Pertanyaan 16:
Bagaimana dengan dunia kerja? Apakah bisa menerima? Kebetulan saya terjun di dunia kerja bagian rekrutmen karyawan, dan kami memisahkan mana yg memiliki ijazah sesuai legalitas kurikulum yg standart pemerintah dengan yg bukan, bahkan kami mengesampingkan mereka yang punya ijazah dgn mengikuti kejar paket
- dari Lenny

Yudi Arianto:
Bisa ikut Cambridge toh? Masuk universitas bisa pakai ujian persamaan kan?

Maria Magdalena:
Pertanyaan 17:
Kalau sampai mengalami stagnan, apa yang harus orangtua lakukan?
- dari ulfa

Yudi Arianto:
Stagnan? Gak apa-apa! Kita sebagai orang dewasa saja bisa stagnan kenapa mereka gak boleh?

Maria Magdalena:
Pertanyaan 18:
Keinginan anak mengalami banyak fluktuatif, bagaimana menurut pak Yudi, diikuti saja atau bagaimana sebaiknya?
- dari Weni

Yudi Arianto:
Ya diikuti saja. Anak kedua saya begitu juga baru kali ke-3 ketemu passionnya.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 19:
pak Yudi menulis " Tanya 7: pernah , tapi begitu tahu sekolah spt itu mrk gak mau sendiri :) "
Pertanyaan saya: mereka tahunya bagaimana? Apa pernah daftar dan duduk di sekolah dan merasakan sendiri lalu memutuskan tdk mau atau ortu yg memberi gambaran "sekolah" pada umumnya seperti apa sehingga anak akirnya memutuskan tidak mau
- dari Rika Krisdiana

Yudi Arianto:
Mereka tanya temen-temennya, bukannya tertarik anak-anak malah mengasihani temennya :)

Maria Magdalena:
Pertanyaan 20:
Apabila anak umur 12 tahun hanya tertarik 1 bidang saja misalnya teknologi saja, apa kita perlu mengarahkan dia untuk tahu hal lain selain itu....
- dari 7070

Yudi Arianto:
Saya balik pertanyaannya. Kalau Anda tertarik satu bidang apa mau dialihkan? Pengalaman saya ternyata mereka bisa tertarik kok dengan hal lain. Ini alami saja. Anak saya tertarik dengan banyak hal walau cuma 1 bidang yang dia tekuni dalam 1 waktu.

Maria Magdalena:
Pertanyaan 21:
US itu sifatnya substansial atau fokus pd bentuknya? Bisakah konsep tsb diterapkan (substansinya) di sekolah formal.
- dari Anjaya

Yudi Arianto:
ini sangat substansial. Namun bisa berkelompok juga

Maria Magdalena:
Pertanyaan 22:
Pak Yudi, saya terbayang untuk melakukan unschooling itu butuh keberanian yg besar. Saya jadi 'curious' apa yang membuat pak yudi memilih unschooling dari metode lain? Pertanyaan lain: kalo bapak melihat anak-anak sekarang apakah ada hal-hal yang terlewati yg tidak dipelajari. Misal yah anak sy gak suka melukis / art sampai besar, apa berarti dia nantinya gak belajar bgmn caranya menghargai karya seni lukisan?
- dari Sienny

Yudi Arianto:
US adalah real education, substantif, alami dan manusiawi

Maria Magdalena:
Pertanyaan 23:
Apakah semua ortu bisa melaksanakan US (Misal Ortu hanya tamatan sma ) ? . Dimana/bgmn ortu belajar menjadi guru US yg baik ?
- dari Yusron

Yudi Arianto:
Semua orang bisa, asal open minded, dan berani :)

Maria Magdalena:
Pertanyaan 24:
Apakah ada toleransi waktu sampai berapa lama masa stagnan boleh berlangsung, apakah kalau tidak terstimulasi karena stagnan nanti otak jadi tumpul
- dari novri cholid

Yudi Arianto:
Itulah keindahan US. Karena manusia itu fitrahnya ingin berbuat sesuatu, kecuali pengaruh buruk lingkungan. Bagaimana memfilternya? Be a good role model

Maria Magdalena:
Pertanyaan 25:
Menurut pendapat bapak apakah anak HS masih perlu ikut ujian kejar paket? Terlepas dari paparan diatas bahwa anak unscholling belajar dg kemauan sendiri tanpa ada tuntutan kurikulum. Menyambung jawaban diatas, mengingat ijasah masih menjadi 'syarat' untuk mencari kerja misalnya.
- dari Desi

Yudi Arianto:
Gak apa-apa kok punya ijazah asal kemauan sendiri. Unschooling bukan berarti tanpa ijazah. Silahkan asal itu pilihan mereka setelah tahu konsekuensinya. Contoh kalau mereka ternyata ingin jadi dokter tentu harus punya ijasah persamaan kemudian kuliah dst. Namun kalau mereka justru sudah terlibat dalam suatu real project yang menjadi kariernya, yang didapat karena portofolio mereka dan bukan karena ijazah, lha ngapain cari ijazah?

Maria Magdalena:
Pertanyaan 26 (terakhir):
Menurut Pak Yudi, apakah US memandang bahwa pilihan anak pasti selalu yang terbaik? Bagaimana halnya jika pilihan itu bukan tentang apa yg ingin dia pelajari, tapi pilihan tentang akhlaq, misalnya. Rutam nuwus, Pak Yudi
- dari Ujix

Yudi Arianto:
Terkait pilihan bebas, yg saya msksud tentu bukan pilihan utk ber akhlak buruk. Dalam US akhlak/value itu bukan diajarkan melainkan dicontoh kan. Selama mereka melihat contoh itu pada ortu mereka, insya Allah akhlak mereka akan baik-baik saja. Sejatinya mereka bercermin pada kita. So kalau ingin mrk menganut nilai nilai mulia, perbaiki diri kita terlebih dahulu. Inti US justru disini.

Maria Magdalena:
Apakah bisa ditutup kulwap malam ini pak?

Yudi Arianto:
Terserah saja Bu

Maria Magdalena:
Sungguh menarik kulwap dengan pak Yudi. Satu yang saya quote: "Karena manusia itu fitrahnya ingin berbuat sesuatu, kecuali pengaruh buruk lingkungan. Bagaimana Men filternya? Be a good role model." Dari sini sangat bisa dirasa bahwa sikap orangtua sangat menentukan sebagai role model dalam unschooling (dan dunia pendidikan pada umumnya). Open minded, mengikuti arahan anak dalam hasrat belajarnya, itu yang harus dimiliki orangtua untuk membangkitkan pembelajar-pembelajar sejati.
Baik, silakan yg ingin menyapa pak yudi, mungkin menyampaikan apresiasi untuk malam ini

Yudi Arianto:
Namun saya mgkn perlu memberi catatan akhir pengalaman saya

Maria Magdalena:
Silakan pak

Yudi Arianto:
Mungkin pada penasaran apa jadinya anak yg dibebaskan sedemikian rupa? Saya tdk bermaksud menyombongkan diri, ini utk memberi semangat saja

Maria Magdalena:
Ya, pasti penasaran pak

Yudi Arianto:
Anak 1: bisa baca umur 8.5 tahun tanpa diajari, lancar bahasa Inggris via games, belajar animasi dan 3D, belajar program, bekerja umur 12 tahun, bisa program, bikin games dgn rekan di luar negeri, mengajari guru-guru SMP dan SMA tentang robotika. Dan itu semua tanpa diajari.

Maria Magdalena:
Wow! Bekerja di usia 12 tahun!

Yudi Arianto:
Anak 2: pemain saxophone, mempelajari Al Quran dalam bahasa Inggris
Anak 3 dan 4 : pemain piano meraih sertifikasi Inggris
Terima kasih sudah diberi kehormatan disini, mohon maaf kalau ada yg kurang berkenan. Jika berkenan silahkan kunjungi www.pembelajar-alami.blogspot.com walau lama gak update, insyaAllah ada manfaatnya :D

Maria Magdalena:
Saya makin speechless dengan US, dalam rasa kagum. Teman-teman yg ingin unschooling... jangan ragu ya! Sudah ada contoh nyatanya!
Terima kasih kawan-kawan untuk kebersamaan malam ini. Pak yudi, terima kasih telah menjadi suatu pemicu semangat bagi teman-teman yg ingin mendidik secara unschooling.

Last Updated on Thursday, 11 June 2015 13:44
 

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Yang sedang online

We have 10 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:


The Root of Learning

Award :