Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
KulWap Keseharian Homeschooling PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Thursday, 28 May 2015 20:58
Yuli Al Fi:
Assalamualaikum. Selamat malam semuanya. Saya Yuli, moderator kulwap kali ini dengan tema "Keseharian HS & FAQ tentang HS".
Kulwap hari ini adalah kulwap perdana di Klub Sinau dan direncanakan nanti akan terus berkelanjutan
Sebelumnya akan saya posting biodata narasumber kita kali ini
Nama: Maria Magdalena
- Memutuskan ber-PBK sejak 2006 demi mewujudkan cita-cita suami, tapi keterusan keenakan sampai sekarang.
- Sekitar 2007 membuat buku kumpulan tulisan "Warna Warni Homeschooling" dengan teman-teman milis Sekolahrumah
- Tahun 2007 juga mendirikan komunitas homeschooling Klub Sinau.
- Tahun 2009 menerbitkan buku sendiri "Anakku Tidak (Mau) Sekolah".
- Sejak tahun 2014 bersama aktivis PBK membentuk APRINESIA, sebuah lembaga berbadan hukum untuk membantu mengadvokasi keluarga-keluarga PBK dan duduk sebagai Sekretaris Jenderal di dalamnya.
- Sekarang, 2015, berusaha membawa virus PBK ke pedalaman Sumatera, dengan tujuan untuk membangkitkan kepercayaan diri orangtua dalam mendidik anak sendiri. Ini semua terdorong karena kondisi persekolahan yang makin tak mampu membentuk manusia dewasa dengan karakter manusiawi.
Demikian tadi biodata narasumber kita. Untuk selanjutnya saya persilahkan narasumber untuk memberikan materi
Maria Magdalena: Selamat malam?
Saya langsung mulai ya...
Keseharian HS:
HS/Pendidikan Berbasis Keluarga (PBK) itu bukan sekolah. tak perlu menyamakan diri dengan proses persekolahan. Umumnya, orangtua yg memilih PBK pada awalnya berpikir untuk memindahkan sekolah ke rumah.
Mereka berpikir untuk menyediakan ruang belajar khusus, memakai kurikulum yang baku, menerapkan metode secara baku. Seringkali juga menyediakan peralatan ala sekolahan, seperti bangku belajar, map-map khusus untuk menyimpan administrasi belajar anak, agenda, jadwal belajar yang ditempel di tembok, dll.
Persiapannya sungguh hectic!
Hal-hal ini diawal mungkin terasa menyenangkan, tapi setelah dijalani beberapa minggu akan mulai terasa menjemukan. Burn out, itu istilahnya. Akibatnya anak malas belajar, orangtua pun jadi stress, merasa gagal dalam ber-PBK.
Bagaimana menghindari hal ini?
Tahukah anda tentang bagaimana otak bisa belajar dengan maksimal? Jika ada kebutuhan! Bukan jika ada rutinitas. Kebutuhan, itu kata kuncinya. Ciptakan kebutuhan, pahami kebutuhan anak, dan jadikan kebutuhan itu dasar belajar, maka akan optimal proses belajarnya.
Portofolio adalah sebuah kewajiban administratif orangtua PBK. Portofolio adalah pencatatan prestasi anak.
Jadwal bisa dibuat, tapi tidak perlu terlalu kaku dalam penerapannya. Luwes saja, dilanggar juga gak masalah. Fungsi jadwal sebaiknya untuk pengingat apa saja yang perlu dipelajari oleh anak.
Kurikulum adalah bahan-bahan belajar yang dibutuhkan anak. Kurikulum mencakup parameter yang harus dicapai anak, bahan-bahan belajar yang bisa dipakai anak untuk mencapai parameter tersebut. Ada banyak parameter yang bisa digunakan yang dimuat oleh berbagai website. Sesuaikan saja dengan kondisi anak dan tujuan belajar keluarga.
Kurikulum bisa menggunakan yang telah tersedia, baik dari dalam maupun luar negeri, atau membuat sendiri dengan penyesuaian pada kemampuan anak dan harapan orangtua.
Metode dalam PBK bermacam-macam. Jika kita menengok homeschooling luar negeri, Ada metode Charlotte Mason, Moore Formula, Montessori, Unschooling, Classical, Waldorf, unit study, umbrella school, dll. Kita bisa memilih salah satu dari metode tersebut atau membuat metode sendiri, atau menggabung-gabungkan metode tersebut (ecclectic).
Beberapa metode seperti Charlotte Mason dan Montessori memiliki kurikulum juga untuk penerapannya, sedangkan metode yang lain tidak. Nah di sini sudah tampak beda antara metode dan kurikulum kan? Metode adalah cara mencapai tujuan, sedangkan kurikulum adalah alat-alat yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan belajar.
Tentang ijazah, keluarga PBK bisa mendapatkan ijazah sesuai jalur belajar yang mereka inginkan. Misalnya ingin mendapatkan ijazah dalam negeri saja, maka bisa digunakan ujian paket A/B/C (ijazah nonformal) atau mendaftarkan anak pada umbrella school untuk mendapat ijazah formal. Bisa juga mendapatkan ijazah luar negeri, misalnya ijazah dari ACE, CIE, dan lembaga-lembaga distance learning dari luar negeri. Ijazah lain yang bisa diperoleh adalah melalui KKNI, yaitu jalur keminatan, misalnya ijazah perbengkelan, iT, pariwisata, dll keahlian yang menjurus.
Atau bisa juga tidak membutuhkan ijazah. Belajar hanya untuk memenuhi keingintahuan, tanpa memerlukan ijazah apapun. Biasanya, anak sendiri yang akan meminta sertifikasi ketika kelak dia merasa butuh.
Komunitas/tidak berkomunitas. Akhir-akhir ini banyak dibicarakan bahwa anak PBK supaya bisa dapat ijazah harus terdaftar dalam komunitas, ini tidak benar. Komunitas PBK semacam Klub Sinau adalah wadah gaul untuk keluarga PBK dan beraktivitas bersama. Jika ada "komunitas homeschooling" yang bisa menerbitkan ijazah, itu tandanya mereka telah menyalahgunakan istilah komunitas, padahal kelembagaan mereka adalah PKBM (beberapa komunitas ini bahkan tak memiliki ijin lembaga, hanya menjadi calo ujian saja... bahaya kan...). Nah dari sini keluarga PBK harus benar-benar berhati-hati dan waspada.
Keberhasilan PBK adalah terletak pada kemampuan orangtua untuk belajar, kemauan orangtua untuk memahami anak dari kedekatan. juga kebahagiaan anak dalam belajar (ini meliputi kemampuan orangtua dalam mengendalikan diri dan mengarahkan diri pada keinginan mengarahkan anak sesuai fitrahnya).
Seperti istilahnya, Pendidikan Berbasis Keluarga, adalah pendidikan yg didasarkan kondisi tiap keluarga yg menerapkannya. Keluarga sebagai pusat aktivitas belajar.
Sekian, silakan mulai mengajukan pertanyaan
Yuli Al Fi:
Silahkan bagi teman2 yang ingin bertanya, memberikan tambahan inbox ke wa saya dulu ya
Yuli Al Fi:
Menciptakan kebutuhan? Bgm caranya?mksh - dr mb Dewi
Maria Magdalena:
Menciptakan kebutuhan ini kejadiannya begini, misalnya kita tahu tentang bakat anak, tp anak enggan mengasah bakatnya itu, maka disini kita perlu menciptakan kebutuhan yg bisa mendesak dia utk belajar demi mengasah bakat atau kecerdasannya.
Misalnya anak saya, saya tahu dia punya kemampuan fisik yg bagus. Tp dia tdk mau latihan olah fisik, saya lalu mengajak dia utk terus merasakan positifnya bela diri, taekwondo, dari situ dia lama2 kepingin dan mau.
Yuli Al Fi:
Contoh bentuk2 portfolio apa saja?
Maria Magdalena:
Bentuk2 portofolio: foto aktivitas, absensi dia dalam mempelajari math selama seminggu, hasil2 kerja dia di worksheet atau workbook, hasil lukisan dia, itu semua portofolio selama ada dokumentasi waktunya jg, yaitu kapan dia menghasilkan karya tersebut
Yuli Al Fi:
Idealnya umur berapa dibuat jadwal keg hs ?selama ini jadwal nya ga beraturan apalagi mood anak naik turun.
Maria Magdalena:
Jadwal bisa dibuat seawal mungkin. Karena jadwal itu sebetulnya alat bantu ortu, bukan tuntutan buat anak.
Sbg alat bantu, jadwal membantu ortu memperkirakan beban belajar anak, dan memastikan tidak ada materi yg Lupa dipelajari.
Sebagai tuntutan bagi anak, jadwal itu harus ditepati, dan menjadi target belajar anak.
Paham bedanya ya?
Yuli Al Fi:
ACE CIE apa ya ?
Maria Magdalena: ACE dan CIE itu 2 kurikulum yg bisa dipakai oleh anak2 pbk. CIE itu cambridge international examination. Kalau ace itu kurikulum kristen yg dikembangkan sebuah distance school (sekolah jarak jauh)
Yuli Al Fi:
Apakah benar kalo seperti kata prof daniel ato pak sulis bahwa anak2 pbk itu lbh diarahkan jd wirausaha? Tp kenyataannya msh banyak yg ingin anak jd karyawan n jd karyawan butuh ijazah... suamiku misalnya concern nya kesana... ijazah krn menurut suami anak hrs gimana2 "belajar" kerja ikut orang sblm wirausaha - dr mb Judith
Maria Magdalena:
Saya sepikiran dgn p daniel dan p sulis. Dengan mengarahkan anak pbk menjadi wiraswasta. Tidak dibutuhkan ijazah, dan.. Bermanfaat bagi orang lain melalui ketenagakerjaan yg dibuka.
Kalau bisa jadi wiraswasta, kenapa harus jadi pegawai? ?
Oleh karena itu penting bagi anak untuk belajar memimpin diri sendiri, memiliki otoritas thd diri sendiri. Setelah itu dia bisa pimpin orang lain.
Yuli Al Fi:
Portfolio yang paling setia dan ampuh saat ini buat kami: aktivitas notebooking yang didominasi oleh narasi, mewarnai, menggambar, observasi, laporan, mencatat. Ijasah tetap diperlukan sebagai aset meskipun tidak mutlak. Bagaimanapun kita tidak tau masa depan anak. Rencana wiraswasta, tapi kalo hokinya ikut orang, otomatis perlu ijasah. Rencana sekolah di luar negri, tapi kalo duit tidak cukup harus di dalam negri. Tidak ada salahnya untuk ngotot ijasah. - dari mb Adelien
Maria Magdalena:
Iya tidak ada salahnya, itu semua adalah pilihan. Dan pilihan itu terbuka lebar untuk kita, itu istimewanya pbk.
Yuli Al Fi:
Klo saya pindah ke LN misalnya,ijazah yg dibutuhkan apa? - dr mbak mungki
Maria Magdalena:
Ijazah paket a/b/c juga bisa mbak, kan di sana nanti di test lagi. Ijazah itu hanya utk menyatakan kalau anak sudah selesai high school
Yuli Al Fi:
Bgm menciptakan kebutuhan jika kita blm mnemukan bakat anak?. Tks - dr mb Wahyu
Maria Magdalena:
"menciptakan kebutuhan" tidak hanya tentang belajar mengembangkan bakat. Termasuk jika merasa anak butuh belajar math tp dia tdk suka.
Jadi jika kita merasa anak butuh belajar sesuatu, tapi anak tidak mau, itu saatnya kita menciptakan kebutuhan.
Yuli Al Fi:
Kapan harus punya porrofolio seperti itu? - mb Dewi
Mb yuli...titip tanya ya...
Mulai usia berapakah portofolio anak bisa atau penting untuk dibuat? - mb ita
Maria Magdalena:
Dewi, portofolio itu bisa dibuat seawal mungkin ketika kita memutuskan utk ber-pbk
Yuli Al Fi:
Portofolio macam bagaimana yg telah dibuat oleh Mbak Maria dan kluarga? Apa saja yg terdokumentasi dlm portofolio tsb? -wenda
Maria Magdalena:
Mb wenda, saya ini termasuk orang yg idealis tp pemalas, tidak bisa konsisten mencatat absensi, dll. Jadi saya cukup menyimpan segala hasil kerja anak, lengkap dgn tanggal pengerjaannya.
Selama ini saya kembangkan portofolio secara paperless sebisa mungkin, pertama krn saya tak punya ruang yg cukup utk simpan semua kertas itu. Kedua, dengan paperless saya malah bisa akses portofolio anak dari mana pun selama ada internet.
Yuli Al Fi:
Kabarnya ijasah paket lebih diakui di luar negri daripada di dalam negri. - mb Adelien
Maria Magdalena:
Sama saja adelien, semua harus melalui test penempatan lagi
Yuli Al Fi:
Nambahin pertanyaan mbak nana. Tergantung mood... bener2 tantangan sekali apalagi kalo anak tipenya ga mau "dikasih tau" gimana ini? Malah kadang justru kalo ngga diajarin malah dia bisa belajar... apakah diikutin aja ato hrs ada "paksaan" diusia tertentu? Berarti kalo dilihat belum "butuh" nda usah diajarin dl? Atau disesuaikan dgn parameter usia yg ada sebagai pedoman? - mb Judith
Maria Magdalena:
Untuk anak usia dini, iya ikuti saja gaya belajar mereka. Ajari juga utk bertanggung jawab terhadap segala tindakan. Dari situ mereka mengembangkan kemampuan otoritas dan kepemimpinan yg bertanggung jawab
Yuli Al Fi:
Apa indikasi bahwa baik ortu dan anak sudah lulus proses deschooling? Thanks - mb Ade
Maria Magdalena:
Anak: kembali tertarik untuk belajar yg sifatnya mengarahkan diri dgn aktif utk menjawab kebutuhannya.
Orangtua: mulai bisa melihat bahwa belajar tak hamya seperti di sekolah formal.
Yuli Al Fi:
Selama ini bgmn mengukur ketuntasan suatu materi? Seberapa perlu itu? Mb martha
Maria Magdalena:
Aku pakai semacam ulangan saja. Sebetulnya perlu juga sih... Utk melihat pemahaman anak pd materi itu. Tp tidak melulu melalui tertulis ala ulangan sekolahan. Kadang juga melalui cerita, anak direkam ketika bercerita. Dr situ dibuat portofolio dia. Pemilihan cara2 ini disesuaikan dgn kondisi anak saja.
Yuli Al Fi:
Apakah bakat/kemampuan anak yg nampak sekarang (usia 6-8 thn) sdh pasti merupkan bakat /kelebihannya dia? Misalnya anak saya suka sekali dan keliatan telaten dalam membangun bentuk (lego, nano block, gundam) dan dia juga Sgt senang belajar berbagai bahasa.. apakah itu sdh bakatnya atau bisa berubah? Maaf panjang bgt :) - mb Cecil
Maria Magdalena:
Minatnya masih bisa berubah. Tp kecerdasannya tetap. Dari situ tampak bahwa dia cerdas visual dan bahasa.
Mungkin suatu waktu dia akan bosan main lego tp mulai gambar, atau mulai suka bikin games.
Gambar dan main games tetapdalam koridor kecerdasan visual.
Yuli Al Fi:
Mengetahui kebutuhan bisa dari buku yg dibaca anak. Itu buku pendidikan seks yang dibaca anakku tadi pagi. Wah, berarti perlu penjelasan ini anak. Narasi juga menunjukkan ketuntasan. Sangat manjur. Lebih manjur dari ulangan hafalan tertulis. Dr mb Adelien
Maria Magdalena:
Iya betul, selama dia memilih sendiri bacaan itu. Narasi itu seringkali lebih bagus daripada menulis. Krn anak condong lebih suka ngomong drpd nulis. Oleh krn itu perlu direkam utk portofolionya.
Yuli Al Fi:
Mbak,pengalaman sharing dr teman yg HRD suatu perusahaan besar,sewaktu membuka loker,ijazah paket itu kok kata temanku mlh gak diakui.gmn dgn kasus spt itu - mb Mungki
Maria Magdalena:
Iya, ijazah paket kurang diakui di negara sendiri krn anggapan kecurangan2 yg terjadi. Tapiii... Untuk masuk perguruan tinggi seharusnya tdk hadi hambatan. Toh anak jg mendapat test penempatan utk masuk perguruan tinggi. Dan seharusnya utk pemilik perusahaan, cukup dilihat nilai ijazah s1 daripada ijazah paket c. Itu lebih fair.
Yuli Al Fi:
Narasi apakah sama dgn summary? Mb judith
Maria Magdalena:
Narasi itu diucapkan. Summary tidak selalu diucapkan.
Yuli Al Fi:
Tanya lagi mba yuli
1. Selama ini kan banyak kegiatan yang dilakukan bareng kaya sensory play,practicial life,motorik..apa seumur usia dini juga diperlukan review catatan gimana hasil dari kegiatan? Trmksh - mb nana
Maria Magdalena:
Iya mbak nana. Itu penting utk orangtua dalam mengukur tumbuh kembang anak.
Yuli Al Fi:
Bapak ibu, karena kurang 10 menit lagi sesi pertanyaan saya tutup. Sisa waktu ini digunakan narasumber untuk menjawab pertanyaan yang sudah masuk
Yuli Al Fi:
Ada 7 kecerdasan manusia. Bisa browse multiple intelligence. Tapi kita tidak bisa memberikan judgement karena semua berkembang. Mb Adelien
Yuli Al Fi:
Bentuk portofolio bs bermacam2 tgt subject yg dipelajari, proyek yg sdg dikerjakan, atau cara anak mengkekspresikan diri/kecerdasan majemuknya. Anak yg suka menggambar mgkn akan menggamb binatang laut/darat, yg suka menyanyi bs mengarang lagu/chant, yg cerdas bahasa menulis ttg binatang, yg cerdas logika bs membuat tabel klasifikasi dsb
Maria Magdalena:
Betul..
Yuli Al Fi:
Kalau selama ini ga pernah mencatat portfolio apakah terlambat kalo.mulai skrg? Pdhl sdh banyak perkembangan... flashback? Mb judith
Maria Magdalena:
Tidak ada kata terlambat. Dilakukan dengan segera akan lebih baik drpd menyerah. Flashback juga boleh.. Sebisa mungkin.
Yuli Al Fi:
Narasi bisa tertulis atau lisan. Narasi menyebutkan hal atau poin terpenting. Bisa juga summary. Tergantung konteks dan urgencynya. - mb Adelien
Yuli Al Fi:
Narasi harus sedetil mungkin. Bisa lewat verbal, tulisan, gambar. Summary kan ringkasan. - mb Martha
Yuli Al Fi:
Unschooling itu jg ada kurikulumnya kah?
C mar sendiri pake metode apa? Mulai kapan anak di hs kan? Mb Dewi
Maria Magdalena:
Unschooling ituvkurikulumnya ya anak.. Child centered learning. Anakku tidak pernah sekolah dewi... Pakai moore formula saja. Saya suka konsep moore tentang belajar sesuai kesiapan anak. Tidak dipaksakan.
Yuli Al Fi:
Bikin aja sesi khusus portfolio. Request ceritanya hahaha - mb judith
Maria Magdalena:
Sebetulnya kalau portofolio itu bisa googling juga ya.. Jangan sampai orangtua jadi terlalu sibuk mengumpulkan portofolio sementara inti dari belajar itu dilupakan.
Yuli Al Fi:
Kapan perlu diwaspadai mengenai pendapat ortu ttg "kebutuhan" akan jadwal sebagai indikasi belum lulus deschooling? Krn kadang merasa "perlu" stick to schedule, tapi kadang merasa "apakah ini nggak mematikan api belajaf anak?" Apakah terlalu banyak "jadwal" bisa berpengaruh pada kemerdekaan anak untuk belajar? - mb Ade
Maria Magdalena:
Iya. Saya setuju dengan ade. Stick to schedule itu sendiri sebetulnya schooling banget kan.. Itu memang berpotensi menjadikan belajar hanya rutinitas, tanpa spirit. Ini yg dihindari oleh charlotte mason, waldorf, john holt, dan daniel rosyid
Yuli Al Fi:
Umur 6-8 anak sudah kelihatan minatnya dimana. Tapi belum tentu itu bakat. Karena mereka masih banyak yang belum dikenal. Jadi usia seperti itu perlu dikenalkan dulu hal-hal lain. Tapi kalau sudah kelihatan minatnya bisa ditekuni (bantu jawab. Erika)
Yuli Al Fi:
Kalau pendapat saya. Saat anak sudah terlalu banyak jadwal, sampai kurang waktu untuk dirinya sendiri. Berarti perlu ditanyakan tujuan awal hsnya mb Erika
Yuli Al Fi:
Bapak ibu sekalian. Seluruh pertanyaan sudah selesai di jawab.
Maria Magdalena:
Sip. Setuju mb erika. Terima kasih, semoga waktu sejam ini bermanfaat ya kawan...
Last Updated on Friday, 29 May 2015 10:53
 

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Tulisan Terkait

Yang sedang online

We have 4 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:


The Root of Learning

Award :