Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Wednesday, 04 June 2014 11:55

Seru! Itulah yang ada dalam kenangan kami. Persiapannya seru, campingnya juga seru! Dalam persiapannya yang paling seru tentu saja orang tua. Baru kali ini kami membawa anak-anak camping dengan benar, dalam artian tidur di tenda, memasak di alam terbuka, dan beraktivitas di alam. Karena itu kami harus benar-benar mempersiapkan diri dan anak-anak. Tidak boleh ada keperluan yang tertinggal! Padahal, ternyata, disitulah tantangan camping yang sebenarnya, yaitu : memampukan diri untuk mencukupkan keperluan dalam kondisi yang paling minim.

Sebelum jam 9 pagi, kami sudah berkumpul di pintu utara Masjid Agung, Surabaya, siap untuk berangkat. Setelah menunggu beberapa saat, kami berangkat pukul 09:30 diawali dengan doa bersama. Selama perjalanan anak-anak tidak sabar ingin cepat sampai di tempat. Jam 11:30 kami sampai di Lentera Camp, lokasi camping kali ini.

kumpulan tenda klub sinau

Tenda yang kami tempati bersama

 

 

Reaksi kami begitu sampai adalah mencari tenda yang bakal jadi ruang tidur kami malam ini. Setelah itu acara dilanjut dengan pembukaan camp yang antara lain adalah perkenalan dan penyampaian kondisi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus pada para pembina, serta diakhiri dengan makan siang. Selanjutnya acara kami serahkan pada para pembina pramuka.

Seperti biasa, anak-anak homeschool ini begitu ketemu tidak seperti anak-anak asing, mereka langsung membaur bermain bersama. Bahkan, ada seorang anak yang langsung menghibur temannya ketika temannya itu menangis, tanpa disuruh dan dengan caranya sendiri yang unik. Dan seperti biasa pula, mitos yang menyesatkan tentang homeschool berhasil dipatahkan, yaitu tentang hambatan sosialisasi pada anak homeschool.

Oiya, mengapa pramuka kami pilih sebagai kegiatan rutin anak-anak home education ini? Karena kami memandang pembinaan pramuka bisa menjadi dasar dalam pembentukan kemandirian, keuletan, kesederhanaan, dan pengabdian. Pramuka juga membantuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai situasi sulit.

pramuka klub sinau

Kegiatan awal, sudah langsung akrab


Tentang pramuka Klub Sinau sendiri, kami mengonsepnya sebagai pramuka keluarga, artinya, orang tua berperan aktif dalam pengembangan kegiatan ini, tidak hanya mengandalkan pada pembina saja. Pramuka Klub Sinau dibina langsung oleh Kwarda (Kwartir Daerah) Jawa Timur, dan akan dikembangkan terus menjadi Gugus Depan tersendiri. Melalui Gugus Depan Pramuka Klub Sinau ini, Kwarda Jatim berusaha membina sesuai idealisme pramuka.

Belajar memasak pramuka klub sinau

Tenda masak, di sini kami belajar memasak ala camping


OK, kembali pada kegiatan camping perdana ini, anak-anak Klub Sinau diajarkan tentang kerja sama, bermain, bersenang-senang, berkompetisi, memasak, juga beraktivitas di api unggun. Khusus untuk yang tingkat penggalang mulai diajarkan tentang tali temali juga. Kami belajar banyak hal dari kakak-kakak pramuka yang ikut berkemah bersama kami, diantaranya kami belajar tentang membuat roti dan memanggangnya di api unggun dengan cara melilitkan adonan roti di sebatang dahan yang sudah dilapisi aluminium foil. “Sate roti”nya enak juga... hhmmm... gak bantat! Mengembang dengan sempurna! Sementara itu ibu-ibu dengan sabar memasak makan malam untuk kami semua.

"Ooo... begini caranya memakai kompornya tentara... praktis!"


Pada acara api unggun, ditampilkan juga talent show dari beberapa anak. Yang berani maju antara lain Lintang, Anne, Paksi, Noel, dan Jonah. Sementara anak-anak penggalang punya pertunjukan lain yang “menghibur” adik-adiknya yang siaga, yaitu aksi lempar jagung ke dalam api unggun! Hehehe... mereka melempar jagung sambil berteriak heboh dan lucu!

Para ayah dan ibu memastikan gizi anak-anak terjamin


Usia masih muda, tapi semangat dan kemandiriannya sudah OK


Membuat acara baru disela-sela waktu: tebak gambar!


Setelah itu kami mulai mencoba keampuhan sleeping bag kami untuk menahan dinginnya udara di Trawas. Dengan kata lain, kami mulai tidur. Nah, disinilah tantangannya: Bisakah tidur di tempat yang tidak biasa dengan kenyamanan yang sangat jauh dari yang biasa dirasakan? Dan dengan kehebohan yang sangat sulit untuk ditinggalkan?

Dua anak terbukti sulit tidur karena tidak rela meninggalkan kehebohan api unggun, makanan yang dipanggang di atasnya, dan ilmu baru yang didapat, yaitu : perbintangan. Namun akhirnya, pada pukul 02:00 mereka pun tertidur.

Anak-anak dan para pembina, setelah upacara pelantikan sebagai pramuka


Pukul 04:00 pagi kami mulai bangun. Satu per satu mencari air panas untuk membuat kopi, teh, sereal, mie instant, bubur, dan susu. Kami sarapan seadanya dulu, untuk menghangatkan badan menjelang acara pagi. Acara dilanjutkan dengan jalan pagi keliling sekitar camp, melihat kehidupan penduduk Dusun Penanggungan. Setelah itu kami kembali ke camp untuk sarapan dan mandi. Setelah mandi, anak-anak pun sudah siap dengan seragam pramukanya! Mereka tampak segar dan ceria.

Suasana upacara khas anak home education


Acara dilanjutkan dengan aneka permainan dan kompetisi pramuka, serta mempelajari Tri Satya untuk yang penggalang, dan Dwi Satya untuk siaga. Anak-anak juga diajarkan yel-yel pramuka Klub Sinau, yang bunyinya begini : “Pramuka Sinau...! Yes! Yes! Yeees!” Setelah itu, anak-anak diajak bermain flying fox yang peralatannya dibawakan oleh Kak Joko. Mereka sangat senang! Setelah puas, kami pun beristirahat, untuk mempersiapkan diri mengikuti upacara pelantikan sebagai pramuka.

Pelantikan sebagai pramuka oleh orang tua masing-masing


Upacaranya berlangsung unik, karena anak-anak home education ini sebelumnya belum pernah belajar upacara. Pada upacara singkat ini anak-anak dikenakan hasduk oleh orang tua masing-masing, sebagai tanda bahwa telah dilantik resmi sebagai pramuka.

Semoga aktivitas pramuka ini mampu membentuk karakter anak-anak sesuai yang diharapkan, tentu saja ini tak lepas dari peran serta aktif dari orang tua sebagai Majelis Pembimbing dalam Gugus Depan Pramuka Klub Sinau.

Inilah kami, formasi lengkap anak dan orang tua, siap menantang masa depan dengan keahlian baru kami sebagai pramuka

Last Updated on Wednesday, 04 June 2014 17:21
 

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Tulisan Terkait

Yang sedang online

We have 17 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:

 


The Root of Learning

Award :