Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Support Group Home Education Indonesia
Ketika Tiba Waktunya Belajar Tanggung Jawab Dan Komitmen PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Tuesday, 06 March 2012 06:35

Meskipun saya menganut paham Moore tentang better late than early, penghargaan pada kesiapan belajar anak, dan pendapat-pendapat yang lain, namun saya tetap mengajarkan karakter-karakter dan sikap-sikap yang baik. Karakter yang mendukung perkembangan kedewasaan berpikir anak, supaya anak mampu menyesuaikan diri dengan bahagia di lingkungan hidupnya. Dan ini juga ditekankan oleh Moore, bahwa walaupun kita memberi kebebasan pada anak untuk menyatakan kesiapannya belajar formal, namun pendidikan kepribadian dan karakter harus tetap dijalankan sejak dini, sesuai tahap perkembangan anak.

Keinginan dan persetujuan anak saya dalam mengikuti World Education Games saya jadikan sebagai momen penting untuk mempelajari tentang komitmen dan tanggung jawab. Ketika dia telah memilih dan setuju, maka dia harus bertanggung jawab pada pilihannya. Anak saya harus mengikuti prosesnya sampai selesai. Dia harus menyelesaikan hal-hal yang setuju untuk dia awali.

Membaca tentang hal ini, apakah anda membayangkan suatu proses ketat dimana anak saya dengan penuh keterpaksaan menjalani proses ini sendirian dan saya tinggal main perintah sambil ongkang-ongkang? Tentu tidak. Ini adalah proses yang kami jalani bersama, penuh dukungan, dorongan, maupun tarikan, dan ada kelonggaran juga. Semua proses ini kami jalani dengan alami dan rileks.

Kami berkomunikasi tentang kebaikan dan keburukan sehubungan dengan World Education Games ini, kami juga saling membagi semangat, menceritakan keengganan, dan menciptakan suasana rumah yang mendukung interaksi yang sedang sangat intens dalam satu tema ini. Dalam hal yang terakhir ini kami tidak menerima tamu sama sekali, telepon pun saya matikan ketika anak berhadapan dengan tantangan lomba. Tidak masalah, ini hanya untuk 2 hari saja.

Yang ingin saya berikan pada anak adalah kenyataan bahwa dia tidak sendiri, bahwa tanggung jawab itu adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan, bahwa memelihara komitmen itu perlu untuk mencapai cita-citanya.

Medali, sertifikat, maupun hadiah uang (kalau ada) itu bukan hal yang penting. Yang terpenting adalah ketika anak mampu mengendalikan diri untuk keluar dari zona nyamannya demi mencapai cita-citanya. Dunia anak-anak adalah dunia bermain, demikian pula anak saya, dia sangat suka bermain. Bermain adalah area yang sangat nyaman baginya. Namun kemampuan mengarahkan diri untuk melakukan sesuatu yang berbeda, namun baik, harus dipelajari pula.

 
Menunda Belajar Formal PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Monday, 05 March 2012 05:55

Tujuan dari home education adalah untuk mewujudkan anak-anak yang sehat tubuh, jiwa, dan semangat. Anak-anak yang digegas untuk belajar formal sebelum mereka siap akan mengalami kecenderungan menurunnya kemampuan akademis di usia remaja. Mereka juga akan cenderung melakukan tindak kejahatan, dan memiliki ketergantungan pada opini temannya (berdasarkan riset yang dilakukan lembaga Dr. Raymond Moore, The Moore Foundation).

Ketergantungan pada opini teman ini akan membawa pada kebiasaan remaja yang kurang baik, seperti perilaku yang tidak sopan, orientasi sex yang salah, narkoba, minuman keras, dan mulainya ketergantungan pada rokok.

Menunda belajar formal menghindarkan anak dari tekanan-tekanan yang timbul karena anak belum siap. Anak yang belum siap secara motorik halus dipaksa untuk menulis indah. Anak yang belum siap berpikir secara logika dipaksa belajar matematika. Anak yang belum begitu menguasai pengucapan dipaksa bersajak. Semua ini menimbulkan tekanan-tekanan di usia yang seharusnya penuh eksplorasi imajinasi. Usia ketika anak menghadapi kekayaan imajinasinya. Padahal imajinasi adalah kemampuan anak yang utama, dan sekaligus modal bagi kepemimpinan yang sukses.

Ketidaksesuaian kenyataan kemampuan anak dan tuntutan belajar formal ini membawa masalah baru di usia remaja. Maka dari sini dibutuhkan kemauan orang tua untuk memahami kemampuan dan kesiapan anak. Penghargaan pada kondisi anak adalah sikap dasar yang dibutuhkan orang tua.

Pertanyaannya adalah, bagaimana orang tua bisa tahu kesiapan atau ketidaksiapan anak dalam menghadapi pembelajaran baru? Penolakan anak untuk belajar adalah indikasi awal. Namun, orang tua tetap harus memperhatikan alasan dari penolakan ini, apakah rasa ketidakmampuan pada diri anak, atau ketidakmauan. Jika anak tidak mau, apakah alasannya? Mungkin rasa malu yang timbul karena merasa diri sudah besar tapi masih tidak bisa bersepeda roda dua, hingga enggan ketahuan orang lain ketika belajar bersepeda? Itu salah satu contoh saja, jika memang ini yang dihadapi, ini bukanlah suatu ketidaksiapan. Untuk hal ini orang tua bisa mengakalinya, misalnya dengan latihan bersepeda ketika hari gelap.

Contoh ketidaksiapan belajar formal adalah cara anak memegang pensil. Ada anak yang bisa langsung tepat dan pas dalam memegang pensil, ada yang masih salah, hingga mengakibatkan dia mengalami kesulitan dalam menulis. Untuk anak yang seperti ini, menunda belajar menulis dan mendahulukan belajar motorik halus dan kasar adalah sangat tepat.

Penundaan belajar formal karena pertimbangan kondisi anak ini jika dilakukan orang tua akan menghindarkan anak dari stress dan pelarian pada persetujuan teman sebaya. Anak akan tumbuh menjadi anak yang bahagia dan penuh kepercayaan diri, mampu membuat pertimbangan tentang yang baik atau yang buruk bagi dirinya sendiri. Alangkah tenangnya memiliki anak yang mampu bertanggung jawab pada kehidupannya. Hanya dibutuhkan pengertian dan kemauan memberi kondisi yang penuh kesiapan pada anak.

 
Dari Bincang Edukasi Meet Up #4 PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Saturday, 21 January 2012 21:31

Dari Sidoarjo saya berangkat jam 11.30 WIB, menuju gedung CCCL/IFI Surabaya dengan bemo, untuk menghadiri Bincang Edukasi Meet Up #4, sebagai pembicara di bidang homeschooling. Jam 12.30 saya lihat jam, wah sepertinya bakal telat sampai di tempat, karena jam segini saya masih di Waru, yang notabene masih wilayah Sidoarjo. Macet parah di daerah Gedangan. Belum lagi kalau bemo yang berikutnya harus ngetem lama di terminal Joyoboyo, wah pasti telat berat!

Benar. Jam 13.05 saya sampai di CCCL/IFI, tapi ternyata acara belum dimulai. Jam 13.30 acara baru dimulai. Saya ditaruh paling awal, soalnya pembicara yang pertama, Pak Sugeng dari Gerakan Tunas Hijau ternyata datang terlambat.

Seperti biasa, saya awali dengan apa yang landasan atau dasar dipilihnya home education oleh keluarga. Saya sampaikan bahwa saya lebih suka memakai istilah home education daripada homeschooling karena kalau “homeschooling” lebih terasa proses “school” daripada proses edukasi, dan proses edukasi itu lebih bersifat keseluruhan aspek hidup daripada hanya “school”.

Setelah rentetan presentasi saya selesai, hanya 8 menit, dilanjutkan oleh pak Sugeng. Pak Sugeng membahas tentang pendidikan lingkungan hidup yang dia jalankan di sekolah-sekolah maupun di kampung-kampung untuk membuat anak lebih sadar terhadap kelestarian lingkungannya. Presentasinya menawarkan program-program yang menarik untuk aktivitas anak-anak dalam belajar tentang lingkungan.

Selanjutnya adalah presentasi dari Rudy Cahyo, tentang Indonesia Bercerita. Pak Rudy memaparkan latar belakang pentingnya bercerita, dan pengaruh dongeng pada budaya masyarakat setempat. Saya senang mendengar presentasi pak Rudy karena ternyata telah membenarkan proses belajar home-ed kami selama ini. Salah satu proses belajar kami adalah dengan membaca atau mempelajari sesuatu, lalu menceritakan apa yang dibaca atau dipelajari itu secara lisan. Kenapa saya melakukan hal ini? Karena :

  1. Saya bisa mengamati pemahaman anak melalui cerita yang dia sampaikan.

  2. Anak belajar mengungkapkan pikiran secara lisan, ini membuatnya makin cerdas dalam komunikasi lisan.

  3. Melalui cerita anak pula saya mendapat feedback tentang cara saya mendidiknya, apakah anak sudah cukup paham dengan cara penyampaian saya, atau belum. Apakah cara saya menyampaikan informasi sudah mengena bagi cara anak mencerna informasi, dst.

  4. Saya juga seringkali membuat sendiri cerita-cerita untuk anak saya, terutama jika ada suatu nilai moral yang ingin saya tunjukkan pada anak. Mempelajari moralitas melalui cerita adalah cara yang sangat efektif.

Terakhir adalah pak Daniel M Rosyid yang memaparkan tentang gerakan pembinaan sukarelawan bunda PAUD. Gerakan ini adalah gerakan non profit yang bertujuan membangun kader-kader PAUD. Karena pada anak-anak PAUD dapat diletakkan suatu dasar karakter pembelajar yang baik.

Selanjutnya adalah sesi tanya-jawab. Lalu disusul sesi mengungkapkan kesan/saran tentang 4 pemaparan tadi dari semua yang hadir. Selanjutnya yang paling seru adalah sesi menyampaikan proyek tindak lanjut dari Bincang Edukasi Meet Up #4 ini, supaya ide-ide dari pemapar tidak menguap begitu saja tanpa kelanjutan yang positif. Setelah mengumpulkan ide proyek, lalu dilakukan voting. Dari sekian ide terpilih 1 ide : unit study bertema lingkungan hidup dengan penilaian dengan cara bercerita. Ide yang sangat menarik dan saya mendukung 100%. Ide ini dipimpin oleh ibu homeschooling, Adelien, sebagai Pimpro I, dan sebagai Pimpro II adalah pak Daniel M Rosyid. Semoga proyek ini mendatangkan banyak manfaat.

Intisari dari Bincang Edukasi Meet Up #4 ini adalah : inisiatif pendidikan yang terbaik biasanya berasal dari masyarakat, bukan pemerintah. Kemandirian dan kerja sama masyarakat harus ditingkatkan demi pendidikan anak yang menyeluruh dalam segala aspek. Dan kita harus berani bermimpi dan mewartakan mimpi itu untuk bersama-sama diwujudkan. Ke-4 pemapar dengan bidangnya masing-masing ini diharapkan oleh audience untuk bekerja sama mewujudkan suatu kondisi pendidikan anak yang lebih baik, karena ke-4 materi ini memiliki program yang sangat positif.

Klub Sinau sangat mendukung Bincang Edukasi Meet Up ini dan ke depannya berharap bisa aktif mengikuti setiap meet up-nya, sambil merangkai kerja sama dengan berbagai teman yang memiliki visi-misi dan semangat pendidikan yang sama : gerakan mandiri untuk pendidikan yang lebih baik!

Last Updated on Saturday, 21 January 2012 21:51
 
Materi Science Gratis PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Friday, 20 January 2012 14:53

Berikut ini adalah situs-situs yang menyediakan pembelajaran science secara gratis :

  1. Apples4theTeacher.com aktivitas, online games, dan worksheet science tingkat SD.
  2. BrainPOP Science berisi konten-konten interaktif yang menarik, dan sebagian besar gratis.
  3. Education.com games dan aktivitas science yang interaktif.
  4. Easy Fun School Science aktivitas dan pelajaran science untuk berbagai usia.
  5. EIA Energy Kids games, aktivitas, dan lesson plan yang berkaitan dengan energi.
  6. Fact Monster menyediakan berbagai fakta, games, dan quiz untuk berbagai subyek.
  7. Hooked on Science download worksheet dan lesson plan gratis.
  8. MSNucleus Curriculum kurikulum paduan science-math untuk setingkat SD.
  9. Quiz Tree online quiz dan games untuk berbagai subyek pelajaran, math. science, bahasa asing, geografi, dan reading.
  10. Sheppards Software games edukasi, aktivitas, dan artikel untuk berbagai subyek pelajaran.
  11. Think Zone poster dan chart math dan science untuk diprint.
  12. TLSbooks.com worksheet science gratis, untuk download dan print.
  13. Today in Science History pelajari kejadian-kejadian ilmiah dalam sejarah.
  14. Yucky Discovery website science yang disponsori oleh Discovery Kids.
 
Bincang Edukasi Meetup #4 PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Thursday, 12 January 2012 10:32

Pendidikan meliputi berbagai aspek kehidupan. Pendidikan tak ada hubungannya dengan kehadiran di sekolah dan lembaga formal-nonformal lainnya. Event di bawah ini mengundang para pemerhati pendidikan untuk datang, memberikan ide-ide segar untuk pengembangan pendidikan.

 

Bincang Edukasi Meetup #4

Tempat : Centre Culture Linguistique Indonesie [CCCL] in Surabaya, Jawa Timur

Waktu : Sabtu, 21 Januari 2012, pukul 13.00 – 16.00 WIB

Bincang Edukasi adalah sebuah acara meetup dua bulanan di beberapa kota bagi para penggerak, pemerhati dan pemeduli pendidikan untuk saling berbagi mengenai gerakan, inisiatif dan ide pendidikan yang mereka miliki atau telah jalankan, serta mendiskusikan berbagai topik dan tren terhangat di dunia pendidikan.

Acara akan dibagi menjadi dua sesi besar. Sesi pertama adalah sesi presentasi di mana 4 pembicara akan berbagi tentang gerakan dan ide pendidikannya. Masing-masing pembicara akan mendapat waktu 17 menit tanpa tanya jawab. [Tanya jawab dilakukan di sesi informal sesudah acara.] Sesi kedua adalah sesi diskusi pendidikan dengan format World Cafe Conversation di mana semua peserta dan pembicara akan memunculkan ide-ide praktis bagi perbaikan pendidikan Indonesia.

Pembicara Bincang Edukasi #4:

>> Prof. Daniel M. Rosyid | Sekolah Sang Saudagar, Gerakan pembinaan sukarelawan bunda PAUD, penasihat Dewan Pendidikan Jawa Timur

>> Maria Magdalena | Praktisi Homeschooling, Klub Sinau | @invinitelearn

>> Rudi Cahyo | Gerakan Indonesia Bercerita | @rudicahyo

>> Gerakan Tunas Hijau [pembicara masih dikonfirmasi]

Pendaftaran bisa dilakukan melalui link ini atau bisa juga dengan mengirim email kepada info@bincangedukasi.com dengan menyebutkan nama dan nomor telepon.

Informasi tambahan tentang Bincang Edukasi: http://www.bincangedukasi.com

Last Updated on Thursday, 12 January 2012 10:42
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 6 of 23

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Tulisan Terkait

Yang sedang online

We have 60 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:

 


The Root of Learning

Award :