Saturday, September 21, 2019
Ketika homeschooling menjadi pilihan

Beberapa waktu lalu ada seorang teman yang menanyakan tentang keterlibatan ayah dalam homeschooling. Memang sih kebanyakan keluarga homeschooling memiliki pola: ibu tinggal di rumah (bekerja di rumah atau tidak), dan ayah bekerja di luar rumah sampai sore, walaupun ada yang merupakan perkecualian. Dengan pola seperti ini, otomatis tanggung jawab praktek homeschooling sebagian besar ada pada ibu.

Lalu bagaimana dengan ayah? Padahal hak dan tanggung jawab pendidikan anak ada pada kedua orangtua tanpa perkecualian. Begini tipsnya :

  1. Sore hari sepulang kerja adalah waktunya bagi ayah untuk berinteraksi dalam suasana belajar dengan anak. Waktu ini adalah sepenuhnya hak anak dan ayahnya, pada saat ini peran ibu bisa minimalis saja, yaitu hanya jika dibutuhkan. Kadangkala bagi ibu yang terbiasa menemani anaknya agak sulit juga "melepaskan" anak hanya bersama ayahnya, cobalah menyingkir sejenak, sebab anak juga membutuhkan interaksi pribadi dengan ayahnya.
  2. Hari libur kantor adalah juga kesempatan bagi ayah untuk mendampingi anak belajar. Biasanya, praktek belajar akademis adalah bersama ibu, dan belajar yang non akademis seperti misalnya keahlian komputer, olah raga, outing, dan beberapa percobaan science dilakukan bersama ayah. Nah, pada saat libur kantor inilah pelajaran tersebut bisa diberikan pada anak.
  3. Pagi hari sebelum ayah berangkat ke kantor, ada baiknya juga disempatkan melakukan kegiatan bersama, misalnya olah raga, atau menyiapkan sarapan bersama. Kegiatan ini pasti akan menjadi awal hari yang menyenangkan.

Dengan pengaturan waktu seperti ini, anak akan mendapatkan banyak variasi kegiatan bersama ibu dan ayah, dan ayahpun tidak kehilangan peran dalam homeschooling. Kedekatan dan interaksi anak bersama kedua orangtua sangat penting dalam pengembangan karakter dab kepribadiannya.

Add comment


Security code
Refresh

yuk diisi

yuk diisi di sini

Subscribe

* indicates required

mengapa 2?

menjawab sebuah pertanyaan 2